Restrukturisasi Utang di Bank Mencapai 934 Triliun

 

Usaha Dagang, Keuangan – Wimboh Santoso yang merupakan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengemukakan bahwa di perbankan untuk restrukturisasi kredit telah menembus Rp 934,8 triliun oleh 7,5 juta debitur. Angka tersebut apabila dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya menurutnya masih dianggap lebih rendah.

“Yang kita perkirakan bakal mencapai 25% dari total kredit perbankan ternyata jumlahnya hanya mencapai 18%,” ujarnya saat menghadiri acara outlook Perekonomian: Meraih Peluang Pemulihan Ekonomi di 2021, Selasa (22/12/2020).

Realisasi berdasar penilaiannya memang lebih rendah. Dan yang melakukan restrukturisasi kredit pastinya dari kalangan debitur kecil, diantaranya berskala UMKM.

Wimboh mengatakan untuk tren saat ini terlihat sudah tidak ada debitur baru yang melakukan restrukturisasi, apabila masih ada pun hanya debitur kecil. Inilah yang harus dijaga agar bisa segera bangkit.

Diketahui, debitur UMKM untuk saat ini menurut Wimboh telah mencapai 5,8 juta dengan nominal berjumlah Rp 371,1 triliun.

Dengan adanya restrukturisasi kredit diharapkan bisa membantu para pelaku usaha agar bisa segera bangkit dari pandemi COVID-19. Ditambah masa restrukturisasi telah diperpanjang oleh OJK hingga 2 tahun.

Untuk masa restrukturisasi yang sebelumnya hanya 1 tahun hingga Maret 2021 akhirnya diperpanjang menjadi Maret 2022. Tujuannya agar para pengusaha bisa cepat segera bangkit sesuai jangka waktu tersebut.