Soal Kenaikan Cukai Rokok 2021, Ini Kata Sri Mulyani

Bisnis – Akhirnya Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan (Menkeu) buka suara terkait kebijakan tarif cukai rokok di tahun 2021. Menurut Sri Mulyani, pemerintah akan menginformasikan kebijakan tarif cukai tersebut jika waktunya sudah tepat.

Sebagai pembicara dalam acara kuliah umum FEB Universitas UI secara virtual, Rabu (18/11/2020) Sri Mulyani mengatakan bahwa pasti nanti akan kita keluarkan pada waktunya dan itu tujuannya adalah untuk dapat mencapai tujuan yang paling optimal di dalam objektif yang banyak.

Saat ini, Sri Mulyani mengatakan pemerintah masih melakukan pengajian lebih dalam terhadap kebijakan kenaikan tarif cukai rokok. Menurut dia, setidaknya terdapat lima sektor yang sedang dikaji sehingga dapat menentukan kebijakan tersebut.

Dimana kelima sektor tersebut terdiri dari sektor kesehatan, prevalensi merokok terhadap anak dan wanita. Lalu sektor tenaga kerja atau buruh, sektor petani tembakau, sektor rokok illegal, dan terakhir sektor penerimaan negara. Menurut dia, kajian yang dilakukan oleh pemerintah saat ini untuk menciptakan titik keseimbangan sebelum menerbitkan kebijkan tarif cukai di tahun 2021.

Dia mengambil contoh seperti pada sektor tenaga kerja. Kebijakan tarif cukai rokok yang tinggi dapat menyelamatkan masyarakat dari sisi kesehatan serta dapat menurunkan tingkat merokok pada anak-anak dan wanita.

Tetapi, kebijakan tersebut dapat memberikan dampak yang besar pada tenaga kerja. Menurut Sri Mulyani, untuk industri besar yang menggunakan tenaga mesin tidak akan terdampak, tetapi untuk industri kecil terdampak sangat besar. Di sisi lain, kebijakan tarif cukai rokok yang begitu tinggi juga akan memberikan dampak pada banyaknya rokok illegal.

Sebelumnya, rencana terhadap kenaikan tarif cukai rokok sempat ramai diperbincangkan pada akhir bulan Oktober 2020. Hal tersebut terjadi setelah pihak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan ke Presiden Jokowi pada rapat terbatas. Tetapi, rencana pengumuman yang biasanya dilakukan pada akhir bulan September tersebut juga tidak kunjung terjadi sampai sekarang.

Kenaikan terhadap cukai rokok diprediksikan berada pada kisaran 13-20%, tetapi pihak pemerintah khusus yang terlibat dalam pembahasan tersebut masih belum mengetahui secara pasti angka penetapan tarif cukai tersebut.