Perketat Aturan Impor Makanan Beku Oleh China, 4 Negara Geram

Usaha Dagang, Dunia – Kanada, Brasil, Australia, dan Selandia Baru, adalah beberapa negara yang bermitra dagang dengan China, merasa geram pengetatan aturan ekspor makanan beku ke Negeri Tirai Bambu tersebut. Dimana beberapa bulan ini, China melakukan pengetatan aturan impor makanan beku karena temuan otoritas setempat yang mengklaim terdapat kemasan makanan beku yang berasal dari negara-negara tersebut terkontaminasi virus Corona (Covid-19).

China sudah menemukan berbagai produk dari 20 negara yang terkontaminasi virus Corona, diantaranya daging babi Jerman, daging sapi Brasil, dan juga ikan India.

Tetapi, pernyataan China tersebut tidak dilengkapi dengan bukti yang kuat. Sehingga, berbagai negara tersebut menyerukan supaya China menghentikan pemeriksaan agresif pada produk-produk makanan beku. Menurut berbagai negara tersebut, kebijakan China sudah merusak perdagangan internasional dan juga reputasi produk makanan impor tanpa adanya alasan yang jelas.

Dalam pertemuan WTO (World Trade Organization) di tanggal 5 dan 6 November 2020, Kanada mengatakan pengujian China terhadap produk makanan impor, dan juga penolakan terhadap produk yang disebut beraksi positef pada tes asam nukleat merupakan aksi pembatasan perdagangan yang tidak dapat dibenarkan. Kanada juga mendesak Negari Tirai Bambu tersebut untuk menghentikan pengujian terhadap makanan beku.

Desakan yang dilakukan Kanada terhadap China juga didukung oleh Australia, Brasil, Meksiko, Inggris, dan Amerika Serikat (AS). Menurut Kanada, China juga tidak memberikan lampiran bukti ilmiah kuat bahwa berbagai produk makanan impor dari sejumlah negara yang bermitra dagang benar terkontaminasi Covid-19.

Namun, sebuah majalah yang mendapatkan dukungan oleh Partai Komunis yang berkuasa di China memberikan saran supaya makanan impor yang masuk lebih diperketat. Bahkan, majalah dengan nama Global Times menduga virus Corona yang ditemukan pertama kali di Wuhan berasal dari makanan yang diimpor dari luar negeri. Artinya, majalah tersebut menduga Covid-19 awalanya bukan berasal dari China.

Sejak Juni 2020 pengetatan makanan beku impor sudah dilakukan oleh China. Dimanaaksi ini dilakukan setelah pemerintah menemukan sekelompok pekerja yang berada di pasar grosir Beijing terpapar virus Corona.

Di lain sisi, WHO (World Health Organization) mengatakan sulit untuk mengatahui rute penularan virus corona yang berasal dari makanan ataupun kemasan. Tetapi, China bersikukuh mengatakan bahwa makanan beku bisa menjadi sumber penyebaran virus corona di negara ini.

Oleh karena itu, Jacinda Ardenrn, Perdana Menteri Selandia Baru juga mempertanyakan mekanisme pengujian yang dilakukan China terhadap produk makanan beku. Hal tersebut diucapkan Ardern setelah China menginformasikan bahwa daging beku yang berasal dari Selandia Baru ada yang terkontaminasi virus Corona.

Tetapi, Ardern menyakini tidak ada kontaminasi virus Corona pada produk yang diekspor dari negaranya. Sayangnya, China masih belum memberikan klarifikasi.

Selain Ardern, pejabat Kementerian Pertanian Brasil juga tidak mendapatkan laporan lebih lanjut dari pemeriksaan yang dilakukan China. Padahal, pejabat yang berasal dari Brasil tersebut sudah terbang ke Shenzhen untuk melakukan pemeriksaan langsung terhadap jejak virus yang disebut China terdeteksi pada sayap ayam yang diimpor dari Brasil.

Berdasarkan keterangan dari disampaikan oleh Kementerian Pertanian Brasil, otoritas China tidak bisa memberikan informasi yang lengkap apakah virus yang terdeteksi aktif atau tidak.

Menanggapi seruan keras pada pertemuan WTO, China mengatakan seluruh tindakan yang dilakukan oleh mereka berdasarkan mekanisme ilmiah, dan memiliki tujuan untuk melindungi kehidupan warganya semaksimal mungkin.