Pembukaan Kantor Baru OJK di NTB Untuk Percepat PED

Usaha Dagang, Keuangan – Peresmian kantor OJK Nusa Tenggara Barat (NTB) di Kota Mataram dilakukan oleh Ketua Dewan Komisoner Otoritas Jasa Keuangan, Wimboh Santoso. Dimana kantor baru ini akan digunakan untuk upaya memperkuat peran OJK dalam melakukan pengawasan di sektor jasa keuangan dan juga sebagai penggerak perekonomian daerah NTB.

Wimboh mengatakan semoga kantor baru ini dapat memberikan manfaat yang lebih besar lagi kepada masyarakat yang ada di NTB. Selain itu kantor ini juga harus menjadi pusat sinergi antara OJK, Pemda, Industri Jasa Keuangan dan masyarakat untuk bersama-sama membangun NTB.

Dia juga mengatakan peresmian Kantor baru OJK NTB ini dilakukan dengan protokol kesehatan Covid-19 yang dihadiri oleh Gubernur NTB Zulkieflimasyah berserta anggota Komisi XI DPR RI Wartiah.

Peran Kantor OJK di daerah juga sebagai pusat literasi dan inklusi keuangan sehingga masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan akses keuangan yang murah dan menguntungkan, jelas Wimboh. Dan juga digunakan untuk melindungi masyarakat dari berbagai produk investasi dan keuangan ilegal yang memiliki potensi merugikan masyarakat.

Menurutnya, Bank Wakaf Mikro dapat menjadi salah satu contoh upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pembiayaan untuk usaha mikro yang sangat mudah dan murah serta dapat dikembangkan di berbagai daerah termasuk NTB yang baru mempunyai satu BMW.

Zulkieflimansyah mengatakan bahwa keberadaan kantor baru OJK di NTB diharapkan dapat meningkatkan kontribusi OJK dalam membangun perekonomian daerah NTB termasuk juga melakukan peningkatan inklusi keuangan di masyarakat NTB.

Literasi keuangan menjadi salah satu tantangan, hal ini dikarenakan banyaknya masyarakat NTB yang masih buta keuangan. Dan diharapkan dengan kehadiran OJK yang handal dapat meningkatkan kontribusi untuk NTB.

Wartiah, Anggota Komisi XI DPR RI berharap dengan adanya kantor baru OJK dapat meningkatkan kinerja OJK dalam membangun ekonomi daerah salah satunya dengan menambahkan jumlah BMW yang sangat diperlukan oleh masyarakat.

Sehari sebelumnya Wimboh berdialog dengan Gubernur NTB di kawasan Mandalika, memberikan penawaran untuk upaya pemulihan ekonomi NTB melalui pembangunan kluster-kluster ekonomi yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Tawaran yang diberikan tersebut memiliki tujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi dari mulai produk yang dihasilkan dan juga dapat menarik perhatian sektor jasa keuangan seperti perbankan ataupun pasar modal.

Menurutnya, pemulihan ekonomi nasional dapat dipercepat dengan cara melalukan dorongan atau pergerakan perekonomian di daerah-daerah yang masih memiliki banyak potensi pada sektor ekonomi untuk dikembangkan.