Durian, Rajanya Buah di Pasar Dunia

Usaha Dagang, Usaha Dagang Bertani – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta peningkatan produksi durian dalam negeri. Menurut dia, komoditas buah tropis dinilai potensial untuk ekspor, apalagi dengan harga jual yang menjanjikan.

Karena memiliki pangsa pasar lokal dan internasional sehingga menjadikan durian sebagai buah unggulan Indonesia. Buah ini laris manis karena memiliki basis penggemar yang sangat luas.

Diketahui, buah tropis seperti durian dikenal sebagai Raja Buah. Buah durian diketahui memiliki nilai ekonomi yang tinggi di Asia Tenggara dengan harga jual yang cukup menjanjikan.

Kuntoro Boga Andri, Kepala Biro Humas dan Penerangan Kementerian Pertanian, bahkan mengatakan berdasarkan data BPS selama 4 tahun terakhir, tren produksi buah nasional mengalami peningkatan. Bahkan komoditas terbesar ketiga setelah kopi dan tanaman obat.

Produksi buah lokal Indonesia di tahun 2019 mencapai 22,5 juta ton dan bila dibandingkan 2018 mengalami peningkatan sebesar 4,5%. Padahal, jenis buah tahunan merupakan komoditas ketiga terbesar setelah kopi dan tanaman obat dengan nilai ekspornya mencapai kurang lebih US$ 140.228,90.

Menurut Kuntoro, kebun durian di Indonesia dalam lima tahun terakhir juga sudah mulai tumbuh. Dari kebun skala kecil, kini ratusan hektar lahan telah dibuka. Di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi, perkebunan skala besar telah terlihat.

Seiring berjalannya waktu menjadikan Indonesiam sebagai pemain utama durian. Cara budidaya durian mengacu pada dua hal. Pertama, hutan durian yang banyak durian lokal dan yang kedua adalah kebun durian yang sudah dimulai untuk ditata budidayanya.

Di kebun durian yang dibudidayakan ini, kata Kuntoro, Indonesia masih bersaing dengan Malaysia dan Thailand. Mereka telah lama membudidayakan durian menggunakan seleksi klon unggul, jarak tanam, pemupukan vegetatif dan generatif serta penggunaan irigasi untuk irigasi tanaman durian.

Sebagai informasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, produksi durian pada 2019 mencapai 1,16 juta ton atau naik 1,6% dari tahun sebelumnya. Iwan Subakti selaku sekretaris Yayasan Durian Indonesia (YDI) menjelaskan nilai jual mengalami penurunan dikarenakan peningkatan tersebut tidak dibarengi dengan peningkatan, terutama untuk durian lokal yang minim perawatan.