Tahun Depan Upah Tidak Naik, Buruh Surati Presiden Jokowi

Usaha Dagang, Keuangan – Mirah Sumirat, Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek Indonesia) mengatakan bahwa pihaknya akan melayangkan surat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pengiriman surat ini dilakukan untuk menyikapi keputusan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah yang tidak menaikkan upah minimum di tahun 2021.

Mirah menjelaskan bahwa intinya kaum buruh tetap menginginkan adanya kenaikan upah minimum di tahun depan (2021).

Kami akan melakukan pengiriman surat secara resmi kepada Bapak Presiden Jokowi dan juga kepada Ibu Manaker dengan sejumlah argumentasi yang kami sudah siapkan. Intinya kami meminta tetap ada kenaikan upah minimum di tahun 2021, ucap Mirah, Senin (27/10/2020).

Melalui surat resmi tersebut, pihaknya akan menyampaikan berbagai argument yang menjadi landasan mengenaik kenaika upah di tahun 2021.

Kami sudah menyiapkan segala argumentasi dan segala macam alasan untuk nantinya disampaikan kepada Bapak Presiden Jokowi dan juga Ibu Manaker, jelas Mirah.

Di lain sisi, Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek Indonesia) juga akan mengikuti arahan yang diberikan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) terkait dengan aksi penolakan terhadap keputusan yang mengatakan bahwa upah minimum tidak mengalami kenaikan di tahun depan (2021).

Ida Fauziyah, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) telah memutuskan untuk tidak menaikkan upah minimum buruh di tahun 2021, dan upah minimum diputuskan sama dengan tahun 2020.

Menurut Surat Edaran (SE) Nomor M/11/HK.04/2020, penetapan upah minimum di tahun 2021 mempertimbangkan kondisi perekonomian Indonesia di masa pandemi virus corona dan membutuhkan pemulihan ekonomi nasional, diminta kepada gubernur untuk :

Poin pertama, melakukan penyesuaian penetapan nilai upah minimum di tahun 2021 sama dengan nilai upah minimum di tahun 2020.

Poin kedua, diminta kepada gubernur untuk melaksanakan penetapan upah minimum di tahun 2021 sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Poin ketiga, menetapkan serta mengumumkan upah minimum provinsi di tahun 2021 pada tanggal 31 Oktober 2020.