Prediksi UMP 2021 Kemungkinan Akan Lebih Rendah di Tahun 2020

KeuanganSerikat buruh tidak terima terkait kemungkinan adanya upah minum provinsi (UMP) 2021 yang bakal lebih rendah dari tahun ini.

Meskipun kebijakan itu dilakukan oleh perusahaan yang terdampak virus corona (COVID-19) sekalipun.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengatkan jika itu dilakukan maka pengusaha telah melanggar undang-undang (UU) Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerja, Dia menyebut pelaku yang melanggar hukumanya bisa masuk penjara.

Tidak boleh (lebih rendah) karena melanggar UU dan bisa di tuntut satu tahun penjara sesua UU nomor 13 2003 kata dia kepada usahausaha.com pada hari Minggu 18/10/2020.

Dia tidak ingin pemerintah memukul rata bahwa UMP 2021 tidak naik, jika tidak menaikan UMP 2021, Iqbal meminta agar pengusaha membuktikan laporan keuangan perusahaan yang membuktikan bahwa bisnis merugi.

Bagi perusahaan yang tidak mampu, dibuktikan Laporan keuangan perusahaan yang merugi akibat dampak COVID-19 maka dapat mengajukan permohonan untuk tidak naik UMK/UMP 2021 biar fair ucapnya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Elly Rosita, Menurutnyameskipun ada COVID-19 masih ada sektor bisis yang tumbuh dan mampu untuk meraup UMP.

Jangan karena COVID-19 ini memang dipukul rata jadi tidak ada kenaikan upahnya, dia Memberi peringatan kepada pengusaha agar jangan sampai membuat buruh semakin marah dengantidak dinaikannya UMP Pasalnya tidak hanya pengusaha, Tetapi buruh juga terdampak akibat COVID-19 ini.

Jadi saya kira pengusaha harus melihat supaya ini jangan semakin membuat buruh terpuruk dan membuat buruh terpuruk dan membuat mereka semakin marah tidak diperlukan, ya Harus dinaikanlah, Misalnya kan ada perusahaan yang tidak mampu menaikan ya buktikanlah diajak burh berbicara begitu ucapnya.