Pemerintah Menambah 3 Juta Penerima Banpres Produtif

Usaha Dagang, Keuangan – Kepada usaha kecil dan mikro, pemerintah melakukan penambahan jumlah penerima Bantuan Presiden (Banpres) Produktif dan Modal Kerja sebanyak 3 juta.

Semua anggaran yang telah disiapkan sebelumnya telah terserap 100% kepada 9 juta penerima manfaat, per 6 Oktober 2020.

Usulan dari daerah tentu masih bayak, berbagai pihak yang masih belum dapat kami penuhi dikarenakan memang estimasi kami UMKM yang unbankable itu lebih dari 20 juta orang, ucap Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM pada konferensi pers virtual, Rabu (7/10/2020).

Tenten juga mengatakan bahwa anggaran telah diterima dari Kementerian Keuangan. Dimana anggaran tersebut akan diberikan kepada 3 juta pelaku usaha kecil dan mikro, masing-masing akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 2,4 juta.

Tenten meminta kepada pelaku usaha kecil dan mikro yang belum menerima Bantuan Presiden Produktif segera mendaftarkan diri ke Dinas Koperasi dan UKM di wilayahnya masing-masing.

Pendaftaran juga dapat dilakukan melalui lembaga pengusul lainnya, yaitu koperasi serta lembaga pembiayaan.

Secara total, program yang menyasar para UMKM telah menyerap anggaran sebesar Rp 84,85 triliun atau sekitar 69 persen dari total pagu anggaran.

Jika digabung dengan 3 program lainnya yang menjadi fokus dari Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), yaitu Perlindungan Sosial, Sektoral K/L dan Pemda, serta Pembiayaan Korporasi, penyerapan anggaran telah mencapai sekitar 56% per 30 September 2020.

Menurut catatan Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional, realisasi anggaran untuk semua program mengalami peningkatan secara bertahap sejak pekan terakhir Juli 2020. Terkecuali program Pembiayaan Korporasi yang masih belum berjalan.

Kami berusaha keras agar penyaluran dana Pemulihan Ekonomi Nasional sampai akhir tahun 2020 dapat kita salurkan, ucap Budi Gunadi Sadikin, Ketua Satgas PEN.

Selanjutnya Satgan Pemulihan Ekonomi Nasional pada kuartal keempat ini akan fokus kepada bantuan sosial untuk masyarakat.

Fokus tersebut dipastikan untuk Subsidi gaji, Program Keluarga Harapan, Bantuan Sembako, dan Kartu Prakerja.