Cukai Rokok Dikabarkan Naik 19% Tahun Depan

Usaha Dagang, Bisnis – Cukai rokok atau cukai hasil tembakau (CHT) dikabarkan akan mengalami kenaikan tahun depan. Besarnya kenaikan tarif cukai berdasar kabar dari pengusaha akan mencapai 19%.

Para perokok pasti penasaran dengan harga rokok yang akan dibeli tahun depan. Lalu berapa harga rokok jika tarif cukai naik 19%.

Tauhid Ahmad selaku Direktur Eksekutif Lembaga Pengembangan Ekonomi dan Keuangan (Indef) menjelaskan, harga rokok sendiri dihitung per batang dan bervariasi atau berbeda antar kelompok. Namun, kata dia, kenaikan tarif cukai merupakan salah satu bentuk kenaikan harga rokok.

Ia mencontohkan, jika harga rokok Rp100 per batang, dengan tarif cukai naik 19%, harga rokok baru Rp119 per batang. Dia mengatakan, harga rokok atau HJE tahun depan merupakan harga jual eceran (HJE) tahun ini ditambah kenaikan tarif cukai.

Namun, harga rokok yang diterima masyarakat mungkin tidak sama. Pasalnya, ada ketentuan produsen boleh menjual dengan harga minimal 85% dari harga. Kemudian, harga rokok juga dipengaruhi oleh tata niaga rokok itu sendiri.

“Ya betul (HJE) dikalikan dengan kenaikan yang terjadi. Tapi masih ada ruang untuk price play tergantung masing-masing produsen di level itu. Tapi faktanya harga di retailer bisa lebih tinggi,” imbuhnya.

Kita ambil contoh rokok HJE yang harganya Rp25.000 per bungkus di pasaran. Rokok yang termasuk dalam kategori Sigaret Kretek Mesin (SKM) Kelas 1 saat ini dibandrol dengan harga Rp1.700 per batang.

Jika tarif cukai naik 19%, HJE akan menjadi Rp2.023 per batang. Perhitungannya, HJE tahun ini akan ditambah dengan kenaikan tarif cukai. Satu bungkus rokok dijual dengan harga 16 batang, jadi harga satu bungkus rokok adalah Rp32.368 per bungkus. Di pasaran, harga rokok ini per bungkusnya Rp25.000 per bungkus.

Contoh lain rokok yang masuk dalam kategori Sigaret Putih Mesin (SPM) golongan I. Rokok HJE tahun ini dibandrol dengan harga Rp1.790 per batang. Dengan peningkatan 19%, HJE meningkat menjadi Rp2.130 per batang.

Tiap bungkus rokok terdiri dari 20 batang, sehingga harga tiap bungkusnya adalah Rp42.600 per bungkus. Harga Marlboro di pasaran saat ini berkisar Rp30.000 per bungkus.

Namun, balik lagi, harga tersebut hanyalah sebuah asumsi. Kenaikan harga rokok tergantung pada kebijakan produsen rokok dan tata niaga juga angka pasti kenaikan cukai, karena saat ini mengenai kebijakan tersebut belum ada ketok palu.