Bantuan Subsidi Upah Tahap ke V Telah Diberikan ke 600 Ribu Pekerja

Usaha Dagang, Keuangan – Ida Fauziyah, Menteri Ketenagakerjaan (Menkaer) memastikan bahwa bantuan subsidi upah tahap ke V telah dicairkan kepada 618.588 pekerja yang berhak menerima bantuan sesuai dengan kriteria Permenaker No.14/2020. Ida juga mengatakan, untuk tahan ke V, pihaknya menerima sekitar 578.230 data calon penerima dari data BPJS Ketenagakerjaan pada 29 September 2020.

Pada tanggal 30 September 2020, Kementerian Ketenagakerjaan kembali menerima tambahan data sebanyak 40.358 dari BPJS Ketenagakerjaan. Untuk mempermudah proses serta simplifikasi data, tambahan data tersebut dianggap sebagai bagian dari data tahap ke V oleh Kemenaker, sehingga totalnya menjadi 618.588 data penerima bantuan subsidi upah.

Saya sampaikan bahwa bantuan subsidi upah pada tahap ke V telah dicairkan kepada 618.588 pekerja, ucap Ida Fauziyah, Menteri Ketenagakerjaan, Kamis (8/10/2020).

Sedangkan untuk finalisasi data, proses yang dilakukan sama pada tahap-tahap sebelumnya, yaitu setelah menerima data dari BPJS Ketenagakerjaan, data tersebut akan dilakukan check list kelengkapan datanya selama empat hari kerja.

Data yang sudah selesai di check list tersebut akan diproses oleh tim Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) untuk bisa segera dilakukan pencairan dana subsidi upah kepada Bank Penyalur. Setelah itu, Bank Penyalur akan melakukan penyaluran dana subsidi ke rekening penerima secara langsung, baik menggunakan rekening bank Himbara atau melalui rekening bank di luar Himbara.

Alhamdulillah check list data sudah selesai, proses pencarian dana ke KPPN juga sudah selesai dilakukan. Selanjutnya saya imbau supaya Bank Penyalur untuk segera melakukan transfer dana ke rekening penerima, ucapnya.

Ia berharap, bantuan subsidi upah ini bisa membantu daya ekonomi nasional serta dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para penerima. Bantuan subsidi upah ini juga diharapkan dapat mengurangi beban para pekerja di masa pandemi Covid-19 saat ini.

Program bantuan subsidi upah ini diarahkan untuk membantu menjaga serta meningkatkan daya beli para pekerja, dan membantu mendongkrak konsumsi masyarakat, jelas Ida.