Bantuan Modal Bagi Para UMKM yang Belum Bisa Peroleh Pinjaman Bank

Usaha Dagang, Keuangan – Cakupan bantuan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) diperluas oleh Pemerintah. Bantuan yang diberikan kepada para usaha tersebut dikategorikan sebagai bankable dan unbankable.

UMKM Unbankable atau yang belum bisa mendapatkan pinjaman dari bank, mendapat bantuan dari Presiden Badan Usaha Mikro Produktif (BPUM). Bantuan ini dalam bentuk hibah dan bukan pinjaman kredit.

Pemerintah Tingkatkan jumlah penerima BPUM. Setelah disalurkan kepada 9,1 juta pelaku usaha mikro, kini ada tambahan 3 juta penerima, sehingga total yang sudah mendapatkan bantuan sekitar 12 juta usaha mikro. Periode program yang dimulai pada 24 Agustus 2020 diperpanjang hingga Desember 2020.

“Kami berharap program hibah ini dapat menambah modal kerja para pelaku usaha agar bisa bertahan di tengah pandemi COVID-19. Sehingga yang belum mendapat Rekomendasi Presiden Produktif, bisa dipaksakan kepada koperasi dan UKM lokal serta kepada lembaga pengusul lainnya,” ungkap Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki melalui keterangan tertulis, Jumat (9/10/2020).

Selain menyalurkan dan meningkatkan jumlah penerima bantuan produktif, pemerintah juga memfasilitasi UMKM non bankable agar dapat segera menerima pencairan kredit perbankan.

Teten mengatakan, UMKM yang masih belum lestari diberikan akses KUR Ultra Mikro dengan harga di bawah Rp10 juta dengan bunga 0%, hingga Desember 2020. Fasilitas ini, kata Teten, diharapkan dapat menunjang usahanya sehingga dapat memenuhi kriteria dalam menerima pinjaman bank.

Sedangkan UMKM bankable mendapatkan subsidi berupa pelonggaran restrukturisasi kredit dan subsidi bunga kredit. Subsidi bunga flat sebesar 6% KUR diperpanjang hingga 31 Desember 2020. Kriteria penerimaan tambahan stimulus subsidi diperluas, termasuk peminjam yang perjanjian pinjamannya hingga 31 Desember 2020.

Terkait asesmen, bantuan produktif dan subsidi merupakan jawaban atas permodalan dan masalah pembiayaan bagi UMKM. Sebab, menurutnya, permasalahan yang dihadapi UMKM saat ini, baik non bankable maupun bankable, adalah permodalan dan bantuan kredit. Oleh karena itu, program pemerintah yang memberikan tambahan modal dan kelonggaran untuk membantu kredit menjadi jawabannya.