Australia Alokasikan Anggaran Rp 12,7 T Untuk Subsidi Upah

Usaha Dagang, Dunia – Pemerintah Australia hari ini memutuskan untuk segera mengalokasikan anggaran tambahan sebesar US$859 juta (1,2 miliar dolar Australia) atau sekitar Rp 12,7 triliun (dengan kurs Rp 14.800) untuk subsidi upah dalam anggaran tahun 2020.

Negeri kangguru juga akan segera mematok level defisit anggaran sebesar 200 miliar dollar Australia.

Bendahara Negara Josh Frydenberg mengatakan optimisme munculnya vaksin menjadi faktor pertimbangan pihaknya untuk menentukan kebijakan fiskal.

“Anggaran telah memperhitungkan kemungkinan (pengadaan vaksin) terjadi. Kami telah bekerja keras dengan mitra internasional untuk mengamankan vaksin bagi Australia, ‚ÄĚkata Frydenberg seperti dikutip Reuters, Minggu (4/10/2020).

Pemerintah mengatakan anggaran tersebut akan mencakup subsidi upah yang ditujukan untuk menciptakan hingga 100.000 peserta magang.

Sementara itu, tingkat pengangguran secara keseluruhan turun menjadi 6,8% di bulan Agustus. Dengan jumlah pengangguran dari usia 15 hingga 24 tahun mendekati 20%.

“Kami ingin terus memulihkan apa yang telah hilang dan membuat kaum muda bekerja,” kata Perdana Menteri Scott Morrison.

Perekonomian Australia saat ini sedang mengalami penurunan terparah dalam sejarah, terutama pada kuartal kedua. Hal tersebut terjadi karena adanya pembatasan kegiatan usaha akibat virus Corona.

Kini pemerintah daerah sedang berusaha meredam pukulan ekonomi tahun ini dengan stimulus fiskal sebesar 314 miliar dolar Australia.

Demi melindungi warganya, pemerintah Australia berencana meluncurkan vaksin virus anti Corona gratis kepada seluruh warganya. Mereka berencana untuk meluncurkan vaksin gelombang pertama pada bulan Januari mendatang.