Apakah Yuan Akan Melemah Terhadap Dolar AS

Keuangan – People’s Bank Of Chinna mengambil lamgkah dengan mengubah kebijakan persyaratan cadangan menjadikan nilai mata uang Yuan Melemah.

Pada hari Senin 12/10/2020 Bank Sentral China dinilai sengaja menahan kenaikan nilai Yuan, Apalagi setelah mencapai level tertinggi selama tujuh belas bulan pada hari Jumat lalu.

Sementara itu Indek dolar AS dari posisi terendah selama tiga minggu di tengah harapan untuk stimulus fiskal, Nilai Yuan menurun 0,8 % terhadap Dolar AS.

Menurut pakar keuangan pihak Bank Central Chinna mengatakan penurunan mata uang Yuan ke DOlar AS adalah rasio persyaratan cadangan untuk lembaga keuangan ketika melakukan perdagangan valuta asing kedepannya pada hari sabtu.

Langkah yang di ambil oleh Bank Central Chinna tersbut adalah mempermudahkan untuk menahan kenaikan mata uang Yuan ke DOlar AS.

Ini ditafsirkan sebagai sinyal halus dari Bank Central Chinna untuk menahan kecepatan kenaian Yuan, Tetapi seberapa banyak pengekangan akan menjadi lebih jelas dengan penetapan harian yang akan datang ucap kepala RBC Asia FX, Alvin Tan.

Ahli strategi keuangan HSBC mengatkan perubahab kebijakan tidak mungkin membalikan tren penurunan Dolar AS ke Yuan, Golman Sachs mengatakan mengharapkan mata uang Yuan yang lebih kuat, Pasalnya pertumbuhan China solid dan perbedaan suku dan bunga yang menguntungkan dengan Amerika Serikat.

Strategi Golman Sachs juga menulis Langkah Bank Central China tersebut juga dinilai menjadi penyebab melemahnya Dolar Australia yang sensitif terhadap China.