Ada Omnibus Law Maskapai Penerbangan Ikut Senang

Bisnis – Maskapai penerbangan ikut senang dengan disahkannya UU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker).

Sebab UU sapu jagat diyakini bakal memperbaiki aturan di sektor transportasi udara.

Ketua Indonesia National Air Carrier Association (INACA) Denon B Prawiraatmadja dalam sebuah diskusi virtual, Mnegatkan ada hal perlu yang mesti kita sama-sama ketahui tujuan utama Omnibus Law, Penyerahan birokrasi di dalam industri penerbangan, Kamis 15/10.

Dia mengatakan dalam aturan lama, yaitu UU Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan terlalu banyak mengatur hal-hal yang bersifat teknis yang semestinya diatur dalam peraturan pemerintah (PP) atau peraturan menteri (permen).

UU ciptaker lanjut dia bakal mengubah hal-hal teknis yang selama in idiatur lewat UU menjadi diatur di PP atau permen.

Pada kepemilikan AOC (Sertifikat Operator Udara) harus dilakukan persyaratan teknis denga pasal 42 tentang kepemilikan izin AOC yang tadinya di atur dalam UU Nomr 1 tahun 2009, Dan sekarang UU tersebut akan di atur oleh Pemerintah.

Diharapkannya aturan-aturan sangat teknis yang diatur melalui PP atau permen akan membuat regulasi di industri penerbangan lebih adaptif.

Omnibus Law dalam peraturan pemerintah diharapkan aturan ini bisa menjadi sangat adaptif terhadap situasi yang di perlukan dalam satu masa selanjutnya.

Kami berharap di dalam omnibus law ini selain maskapai meningkatkan kompetensi tapi juga sebagai PSO menghadirkan public service transportasi dapat mendukung perekonomian nasional.

Saya pikir di dalam Omnibus Law banyak pasal-pasal yang sudah di sederhanakan.