Ternyata, UMKM Masih Sulit Dapatkan Pinjaman dari Bank

Usaha Dagang, Keuangan – Para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) mendapat bantuan dari pemerintah berupa pemberian sejumlah insentif dengan tujuan para pelaku UMKM tersebut bisa bertahan serta bangkit di masa pandemi COVID-19.

Bantuan tersebut salah satunya adalah berupa penempatan dana sebesar Rp78,78 triliun bagi UMKM. Namun ternyata menurut Anggawira yang merupakan Wakil Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), banyak pengusaha yang hingga kini masih susah dalam mendapatkan pinjaman dari bank.

Seharusnya pemerintah di situasi yang sulit seperti ini dapat memberikan insentif bukan melalui perbankan melainkan pemberian ke kas pengusaha maupun UMKM secara langsung.

Saat likuiditas perbankan sedang mengalami kesusahan ketika misalkan pendekatannya masih melalui perbankan maka menurutnya untuk mendapatkan pinjaman bank lagi akan sulit.

Jika tidak diimbangi dengan daya beli masyarakat meskipun pemerintah telah memberikan bantuan kepada para pelaku usaha maka menurutnya hal tersebut akan sia-sia jadinya.

Angga juga memberikan saran untuk mengeluarkan kebijakan yang out of the box kepada Bank indonesia (BI) seperti contohnya untuk uang yang beredar ditambahkan.

Dengan adanya uang yang beredar maka perputaran ekonomi otomatis masih ada. Untuk itu agar ekonomi bisa tetap berputar maka harus mendorong agar ada uang yang beredar di masyarakat.

Dana yang dialokasikan pemerintah untuk UMKM diketahui sebesar Rp123,46 triliun. Dan dari dana tersebut untuk penempatan dana perbankan dialokasi sebesar Rp78,8 triliun.

Empat bank BUMN telah disalurkan dana oleh pemerintah sebesar Rp 30 triliun dimana bank tersebut antara lain Bank Mandiri, BNI, BTN, serta yang terakhir BRI. Dan untuk sisa dana sebesar Rp49 triliun disalurkan ke Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Bantuan berupa kucuran insentif yang ditujukan bagi UMKM akan diberikan untuk Banpres Produktif, Subsidi Bunga, Penjamin Kredit UMKM, PPh Final UMKM DTP, serta yang terakhir ditujukan untuk pembiayaan investasi koperasi.