Tahun Depan Ekonomi Indonesia Diprediksi Tumbuh 5,3 Persen Oleh ADB

Usaha Dagang, Keuangan – ADB (Asian Development Bank) memproyeksikan ekonomi Indonesia di tahun 2021 akan mengalami pertumbuhan berkisar 5,3 persen, dimana tahun ini mengalami pukulan berat yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19.

Emma Allen, Country Economist ADB for Indonesia, mengatakan ekonomi Indonesia untuk tahun 2020 diperkirakan akan terjadi kontraksi sebesar -1,0 persen. Kontraksi yang terjadi ini merupakan yang pertama kali sejak krisis finansial yang terjadi di Asia pada tahun 1997-1998.

Emma dalam acara webinar Asia Development Outlook 2020 Update mengatakan bahwa ekonomi Indonesia akan mengalami kontraksi sebesar -1,0 persen, namun akan mengalami pertumbuhan pada tahun depan sebesar 5,3 persen sejalan dengan pemulihan ekonomi.

Emma juga mengatakan bahwa penyebaran virus corona menyebabkan hamper semua indikator ekonomi Indonesia mengalami penurunan, termasuk konsumsi, investasi, serta perdagangan. Pasalnya, pandemi yang terjadi sekarang ini mengakibatkan aktivitas domestik serta permintaan eksternal mengalami keterhambatan.

Lemahnya permintaan domestik menurutnya juga akan mengakibatkan terjadinya inflasi dan defisit transaksi berjalan (current account deficit) bergerak moderat, namun akan kembali meningkat tipis pada tahun 2021.

Penanganan pandemi Covid-19 akan sangat berpengaruh terhadap pemulihan ekonomi, menurutnya. Bahkan jika pandemi Covid-19 berkepanjangan, maka memberikan dampak akan terhambatnya pemulihan ekonomi.

Hidayat Amir, Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan oleh pemerintah tidak berbeda jauh dengan ADB.

Ekonomi Indonesia pada tahun ini akan terkontraksi sebesar 1,1 – 0,2 persen. Sedangkan untuk tahun 2021, pemerintah menargetkan ekonomi Indonesia akan tumbuh pada kisaran 4,5 sampai 5,5 persen.

Walaupun begitu, Hidayat mengakui angka yang ditargetkan oleh pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi yaitu 4,5 – 5,5 persen adalah target yang sangat optimistis. Pasalnya, pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia, membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami ketidakpastian yang tinggi.

Apalagi, sekarang ini gubernur DKI Jakarta menerapkan kembali PSBB (pembatasan sosial berskala besar) yang dapat menyebabkan ekonomi Indonesia mengalami ketidakpastian yang semakin tinggi.

Menurutnya, dengan adanya penerapan PSBB jilid II akan sangat mempengaruhi aktivitas ekonomi yang dimana akhir-akhir ini mulai membaik. Tetapi, di lain sisi, prioritas pemerintah adalah penanganan kesehatan, didampingi dengan pemulihan ekonomi.

Kami juga mengharapkan di 2020 ekonomi Indonesia akan mengalami pemulihan dari pertumbuhan terendah yang terjadi pada kuartal II/2020, ucapnya.