Sudah Mencapai 91,4 Persen Realisasi Anggaran PEN UMKM

Usaha Dagang, Keuangan – Berdasarkan laporan, realisasi anggaran PEN (pemulihan ekonomi nasional) untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sudah mencapai 91,4 persen dari alokasi dana sebesar Rp. 123 triliun dan untuk sektor kesehatan telah mencapai 31,6 persen dari alokasi dana sebesar Rp. 87,5 triliun.

Upaya yang dilakukan untuk mendorong realisasi tersebut dengan memperpanjang berbagai program sampai Desember, ucap Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (11/9/2020).

Bahkan, pemerintah juga sedang mendorong berbagai klaster untuk meningkatkan realisasi anggaran PEN tersebut. Selain itu, pos untuk perlindungan sosial juga sudah teraliasai sekitar 62,8 persen dari pagu anggaran sebesar Rp. 203 triliun, selanjutnya pada sectoral kementerian dan pemda telah teralisasi sekitar 27,8 persen dari pagu anggaran sebesar Rp. 106 triliun.

Adapun, untuk sektor korporasi serta insentif usaha, Airlangga masih belum mengungkapkan realisasi dananya. Tetapi pagu anggaran untuk keduanya yaitu masing-masing sebesar Rp. 53,5 triliun dan sebesar Rp. 120,61 triliun.

Pagu anggaran yang diberikan untuk penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional di tahun ini telah mencapai Rp. 695,2 triliun.

Airlangga juga menjelaskan beberapa program perlindungan sosial akan terus dioptimalkan seperti program keluarga harapan (PKH), sembako, bantuan langsung tunai (BLT), serta pemberikan diskon listrik. Dari beberapa program, sebagaian akan terus dilanjutkan pada tahun anggaran 2021.

Anggaran PEN akan dilanjutkan oleh pemerintah pada RAPBN 2021, dengan total anggaran mencapai Rp. 356,5 triliun, dimana anggaran tersebut terjadi penurunan dari angaran PEN 2020 sebesar Rp. 695,2 triliun. Dan untuk anggaran kesehatan yang terdapat pada PEN 2021 mencapai Rp. 25,4 triliun atau turun jika dibandingkan dari 2020 yang mencapai Rp. 87,5 triliun.

Tahun ini pemerintah merencanakan akan melakukan pembayaran sebesar Rp. 3,3 triliun untuk uang muka pengadaan vaksin Covid-19 serta total pembayaran mencapai Rp. 37 triliun untuk multiyear.