Pemalsuan Data, Izin 14 Perusahaan Ekspor Benih Lobster Dicabut

Usaha Dunia, Bisnis – Pencabutan izin sementara dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kepada 14 eksportir benih bening lobster (BBL). Dimana ke 14 eksportir tersebut kedapatan menyalahi aturan perundang-undangan dengan memanipulasi jumlah benih yang akan diekspor.

Kasus tersebut juga sudah dilimpahkan kepada pihak berwenang, ucap Antam Novambar, Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan. Izin ekspor yang dimiliki para eksportir tersebut sudah ditangguhkan untuk sementara waktu, sampai proses penyelidikan yang dilakukan selesai.

Ke 14 perusahaan tersebut tidak bisa mengeluarkan benih bening lobster sampai dengan penyelidikan atau penyidikan yang dilakukan oleh pihak berwenang selesai, ucap Antam, Kamis (24/9/2020).

Pencabutan izin sementara ini hanya berlaku untuk ekspor benih bening lobster, sementara proses budidaya lobster yang dimiliki oleh ke 14 perusahaan eksportir tersebut tetap diperbolehkan berjalan. Dijelaskan bahwa terdapat selisih jumlah ekspor benih bening lobster yang dilaporkan oleh para eksportir kurang lebih sebanyak 1,12 juta benih ke Vietnam. Jumlah benih bening lobster yang melebihi aturan ekspor juga berbeda-beda dari setiap eksportir.

Bahkan, Antam mengatakan bahwa terdapat satu eksportir yang mengelak disebut telah melanggar aturan dikarenakan jumlah benih yang akan di ekspor lebih sedikit dari yang dilaporkan.

Jadi terdapat satu perusahaan yang tidak mengakui karena hasil pemeriksaan fisik yang justru memperlihatkan hasil yang lebih rendah dari dokumen yang dibuktikan, jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, diketahui alasan eksportir melakukan pemalsuan data jumlah benih bening lobster demi meminimalisir kerugian yang terjadi akibat perbedaan harga jual di pasar ekspor dengan harga beli di nelayan. Bahkan hal tersebut juga dilakukan untuk mengurangi kerugian akibat kematian benih bening lobster.

14 perusahaan eksportir tersebut sudah mengakui kesalahan dan juga siap menerima sanksi yang akan diterima serta membayar dendan yang berlaku, tegas Antam.

Diberitakan sebelumnya mengatakan bahwa, upaya penyeludupan sebesar 1,12 juta benih bening lobster tersebut terjadi sepekan yang lalu di Bandara Soekarno Hatta. Benih bening lobster yang terlapor sebanyak 1,5 juta sudah siap dilakukan pengiriman ke negara Vietnam. Tetapi setelah dilakukan pemeriksaan lagi oleh petugas Bea Cukai, jumlah benih tersebut ternyata melebihi dari jumlah yang dilaporkan.