Negara Akan Suntik Rp20 Triliun Ke BPUI Untuk Selamatkan Jiwasraya

Usaha Dagang, Keuangan – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan akan memberikan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau BPUI pada tahun 2021. Jumlahnya mencapai Rp20 triliun, melonjak 219,48 persen dibandingkan alokasi PMN tahun ini sebesar Rp 6,26 triliun.

“BPUI tentu ada kaitannya dengan penanganan masalah Jiwasraya,” ujarnya dalam rapat di Komisi XI, Selasa (15/9).

Sebelumnya, Kementerian BUMN telah menunjuk BPUI untuk mengambil alih portofolio PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Tujuannya untuk memenuhi kewajiban kepada 4 juta pemegang polis yang terseret kasus kegagalan asuransi jiwa BUMN tersebut.

Direktur Utama BPUI Robertus Bilitea mengaku untuk melakukan penyelamatan pihaknya akan mendapat dana PMN sebesar Rp20 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk mendirikan perusahaan yang bergerak di bisnis asuransi jiwa, yaitu Indonesia Finansial Group (IFG) Life.

“Dalam waktu dekat, kami akan mendirikan perusahaan asuransi jiwa bernama IFG Life,” ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR beberapa waktu lalu.

Namun, dana PMN belum memenuhi seluruh kebutuhan penyelamatan Jiwasraya. Dalam kalkulasi, setidaknya dibutuhkan Rp 24,7 triliun untuk menyelamatkan Jiwasraya. Artinya, BPUI harus menghimpun dana (fundraising) sebesar Rp 4,7 triliun.

BPUI merupakan holding asuransi dan penjaminan BUMN, yang telah terbentuk berkat adanya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 Tahun 2020 yang membahas tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara ke Dalam Modal Saham PT BPUI.