Mentan SYL Survei Pengembangan Kawasan Food Estate Di Humbahas

Usaha Dagang Bertani – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo telah melakukan kunjungan ke Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) di Sumatera Utara, untuk melihat kondisi kawasan lahan pengembangan lumbung pangan (food estate).

Mentan Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa program Food estate ini merupakan program yang diminta Presiden untuk mengoptimalkan lahan yang berpotensi meningkatkan nilai komoditas pertanian yang nantinya dapat meningkatkan harga jual dari hasil pertanian tersebut.

Untuk pengembangan Food Estate Hortikultura sendiri merupakan salah satu program prioritas Kementerian Pertanian tahun ini. Komoditi yang dikembangkan antara lain kentang sebagai bahan baku industri, bawang merah dan bawang putih.

Lebih lanjut ia mendorong pengembangan korporasi pertanian di lokasi pengembangan food estate, dari hulu hingga hilir. SYL menyatakan akan menggarap lahan seluas 30 ribu hektar selama 3 tahun ke depan.

“Kami akan mengembangkan food estate di lahan seluas 30 ribu hektar. Tapi untuk uji coba ini di tahun 2020 ini ada kurang lebih 1000 hektar yang harus kami coba. Tentu harus ada keterlibatan petani lokal,” kata Syahrul sebelum melanjutkan review lokasi screen house perbenihan kentang di Desa Parsingguran II.

Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah menyatakan, lahan yang akan diolah merupakan lahan subur yang nantinya akan dikelola secara terbuka bagi kepentingan umum. Ia menambahkan, Sumatera memiliki banyak varian tanaman hortikultura yang bisa ditanam di kawasan food estate.

Sementara itu, Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor menyambut positif tentang program food estate tersebut. Menurutnya hal ini bisa menjadi peluang besar bagi masyarakat setempat, khususnya para petani, yang nantinya dapat meningkatkan perekonomian.

Pemerintah memilih Kabupaten Humbang Hasundutan untuk pengembangan program food estate dikarenakan dataran tinggi di daerah tersebut memiliki nilai lebih dibandingkan dengan agroekosistem di daerah lain, antara lain ketersediaan lahan yang sangat luas, curah hujan yang tinggi sebagai sumber pasokan air, agroklimat yang cocok untuk budidaya hortikultura, potensi pengembangan agroekowisata , dan dapat digabungkan dengan upaya pelestarian lingkungan.