Mentan RI Lepas Ekspor Kubis asal Malang ke Negara Taiwan

Usaha Dagang, Usaha Dagang Bertani – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor komoditas hortikultura berupa kubis, yang diproduksi oleh petani asal Kabupaten Malang, Jawa Timur, untuk memenuhi kebutuhan pasar Taiwan.

“Ekspor ini bukti akselerasi pertanian, khususnya untuk sayuran. Tidak hanya dikonsumsi nasional untuk ketahanan pangan, tapi juga memiliki nilai ekspor,” kata dia seperti melansir Antara, Kamis (3/9/2020).

Permintaan komoditas hortikultura khususnya untuk kubis tersebut, kurang lebih mencapai 230 kontainer dalam waktu satu tahun. Diharapkan, ekspor tersebut bisa terus meningkat untuk kedepannya.Bahkan diprediksi jumlah tersebut akan terus meningkat hingga 300 kontainer.

Menurut Syahrul, Indonesia memiliki potensi berupa buah-buahan dan sayuran tropis, yang sesungguhnya diminati oleh pasar internasional. Oleh karena itu, dirinya mendorong para pelaku usaha untuk bisa melirik pasar internasional yang memiliki potensi besar.

Eksportir komoditas hortikultura asal Kabupaten Malang, Andre Subkhan mengatakan bahwa, selain Taiwan, dirinya juga telah melakukan ekspor komoditas hortikultura ke Malaysia, dan Singapura.

Secara keseluruhan, lanjut Andre, pengiriman komoditas hortikultura ke tiga negara tersebut, tercatat mencapai 29 kontainer tiap minggunya. Produk yang diekspor tersebut, kurang lebih mencapai 725 ton tiap minggunya, dengan nilai sebesar Rp 3 miliar.

“Untuk Singapura, dan Malaysia sekitar 2 kontainer tiap pekan. Untuk Taiwan cukup banyak, per minggu 25 kontainer, nilainya hampir Rp 3 miliar,” kata Andre.

Selain kubis, produk yang diekspor oleh Andre antara lain sawi putih, selada romain, selada lettuce, yang kebanyakan dijadikan bahan baku salad. Produk-produk yang diekspor, mayoritas berasal dari para petani yang ada di wilayah Kabupaten Malang.

Pada pengiriman kali ini, ekspor komoditas pertanian berupa sayuran kubis sebanyak empat kontainer ke Taiwan. Masing-masing kontainer berisikan 25 ton kubis dengan harga mencapai Rp 40.000 per kilogram. Diharapkan, ekspor komoditas tersebut bisa terus meningkat.

Syahrul menambahkan, berdasarkan petunjuk dari Presiden Joko Widodo, Kementerian Pertanian terus berupaya mendorong sektor-sektor riil. Hal tersebut bertujuan agar pendapatan masyarakat bisa meningkat.

“Petunjuk Presiden, untuk selalu mau melihat, agar bisa mengakselerasi ekonomi yang riil, yang langsung memberikan efek pendapatan kepada rakyat. Itu harus didorong,” kata Syahrul.