Memasuki September, Sektor Penerbangan Kembali Lesu Setelah Sebelumnya Sempat Membaik

Usaha Dagang, Bisnis – Novie Riyanto selaku Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyampaikan bahwa sektor penerbangan sejak Juni hingga Agustus 2020 mulai pulih. Sayangnya, pada September pertumbuhan kembali tidak signifikan.

“Sektor penerbangan pada bulan Juni, Juli, Agustus mengalami peningkatan yang cukup baik, tetapi September benar-benar berat, tidak signifikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya,” kata Novie.

Penerbangan ke Bali atau ke Bandara Internasional Ngurah Rai berdasar catatan Novie mengalami penurunan sekitar 25 persen dibanding sebelumnya.

“Bali rata-rata 470 pergerakan dan 500 pergerakan selama hari libur. Tapi saat ini hanya 25 persen,” kata Budi.

Untuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Novie mencatat rata-rata pergerakan pesawat mencapai 450-470 kali dan lebih dari 500 saat hari libur.

“Kami berharap tren ini tidak melambat dan membutuhkan kerja keras bersama untuk meningkatkan komunikasi publik, efektif kepada konsumen, dan memberikan citra yang baik kepada masyarakat,” ujarnya.

Novie mengatakan Kementerian Perhubungan selalu berpegang pada protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Satgas Penanganan COVID-19, baik dari bandara hingga pesawat. Ia juga memastikan bahwa semua proses selalu diperhatikan mulai dari prosedur, peralatan dan sumber daya manusia.

“Kami sudah melakukan hal yang optimal untuk bisa menjaga kesehatan selama penerbangan. Armada pesawat kami rata-rata hanya 2.000, sehingga memenuhi terkait mengenai sirkulasi udara di dalam kabin. Cara maintenance kami sangat disiplin serta tidak ada tawar menawar untuk keselamatan,” kata Novie.