Luhut Mengatakan Ekonomi Kuartal III Mendekati Minus 2%, Siap Masuk Resesi

Usaha Dagang, Keuangan –Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, angkat bicara mengenai angka pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dia mengatakan bahwa ekonomi kuartal III ini ialah waktu yang sangat krusial.

Luhut menjelaskan bahwa pemerintah sedang melalukan upaya untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Walaupun masih minus, Luhut mengatakan bahwa pemerintah sedang menargetkan pertumbuhan ekonomi di angka minus 2% pada kuartal III.

Luhut di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (9/9/2020), dalam acara penandatangan PPJT Tol Solo-Yogyakarta-Kulon Progo, mengungkapkan bahwa Ekonomi di Kuartal III ini membuat kita crucial time. Kita menginginkan untuk menaikkan defisit kita dari minus kemarin, ke posisi angka minus 2%.

Sebelumnya, ekonomi Indonesia pada kuartal II terkontraksi di minus 5,3%. Dan jika angka minus tersebut masih berulang pada kuartal III, maka Indonesia akan masuk jurang resesi. Bahkan Mahfud MD, Menko Polhukam juga menyatakan bahwa Indonesia 99,9 persen akan mengalami resesi ekonomi.

Setelah itu, Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keunangan juga memberikan sinyal bahwa Indonesia akan masuk zona resesi, dengan membeberkan outlook pertumbuhan ekonomi yang terjadi pada kuartal III-2020 berada di kisaran 0% sampai minus 2%.

Seperti yang diketahui bahwa resesi sendiri akan terjadi jika perekonomian suatu negara mengalami kontraksi atu minus selama dua kuartal berturut-turut. Bahkan beberapa negara tetangga juga sudah memasuki zona jurang resesi, seperti Singapure, Thailand, Malaysia, sampai Filipina.

Luhut juga meyampaikan bahwa secara tahunan kami menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 0,5% atau paling buruk di minus 0,5%.

Tetapi pada tahun ini kita berharap pastinya dapat menuju minus 0,5% atau bahkan plus 0,5% untuk growth-nya, ucap Luhut.