LPEI Menerima Pinjaman Rp8,7 T dari China Eximbank dan ICBC

Usaha Dagang, Keuangan – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau yang juga dikenal dengan Indonesia Eximbank mengantongi US$580 juta atau setara Rp8,7 triliun (kurs Rp 15 ribu per dolar AS) dari China Eximbank dan PT Bank ICBC Indonesia.

Pendanaan dalam bentuk fasilitas pinjaman berjangka memiliki tenor 3 tahun sebesar US$200 juta yang diperoleh dari China Eximbank, serta 3 tahun dan 5 tahun untuk pinjaman sebesar US$380 juta dari ICBC.

Ketua Dewan Direktur dan Direktur Eksekutif LPEI Daniel James Rompas mengatakan pinjaman China Eximbank sebesar 50% atau US$100 juta akan digunakan untuk mendukung kebutuhan pembiayaan modal kerja eksportir dengan prioritas pada proyek perdagangan, investasi dan infrastruktur antara Indonesia dan China.

Pinjaman tersebut untuk mendukung kebutuhan modal kerja nasabah LPEI guna mendorong pertumbuhan ekspor dan impor antara Indonesia dan China, kata James dalam keterangan resmi, Senin (28/9).

Sedangkan pinjaman dari ICBC ditujukan untuk membantu mempercepat pertumbuhan ekspor dengan menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor yang berorientasi ekspor dengan tenor yang relatif panjang.

Fasilitas pinjaman tersebut merupakan bentuk kepercayaan lembaga keuangan internasional kepada LPEI dalam memperoleh akses pendanaan untuk mendukung kegiatan perdagangan luar negeri, tambahnya.

Saat ini LPEI sedang memperhatikan pemasok dari eksportir yang membutuhkan pembiayaan melalui skema pembiayaan supply chain yang memungkinkan produknya diekspor melalui perusahaan lain.

Melalui skema ini, LPEI mendukung sinergi antar rantai pasok ekspor, sehingga produk Indonesia benar-benar dapat memenuhi permintaan pasar ekspor.

Semoga peran yang saat ini diberikan kepada LPEI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dapat lebih mudah dilaksanakan, kata James.

Dalam situasi yang semakin menantang, lanjutnya, LPEI terus mencari dana dengan biaya yang kompetitif. Dana tersebut akan disalurkan dalam bentuk pembiayaan, penjaminan kredit, dan asuransi yang akan membantu UMKM berorientasi ekspor.