Kinerja Emiten Perbankan Kalahkan IHSG dan Indeks Finance

Usaha Dagang, Keuangan – Sektor perbankan menjadi sorotan di tengah pandemi COVID-19, karena berdasar data pertumbuhan PDB yang dirilis PS menunjukkan bahwa pada triwulan II tahun 2020 sektor jasa keuangan turun menjadi minus -10,32 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.

Penurunan pertumbuhan jasa keuangan juga turut mendorong penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tumbuh negatif pada triwulan II-2020 yaitu minus 5,22 persen year on year. Pertumbuhan ekonomi yang terhambat mempengaruhi ekspansi masyarakat dalam memanfaatkan kredit perbankan.

Perlambatan ekonomi dikhawatirkan akan memicu peningkatan kredit bermasalah (NPL) di sistem perbankan akibat ketidakmampuan atau hambatan debitur untuk melakukan pembayaran kredit ke bank. Lantas, selain masalah NPL, apa dampak penurunan pertumbuhan ini terhadap harga saham emiten perbankan di bursa?

Berdasar riset yang dilakukan oleh Lifepal ditemukan bahwa terdapat emiten di sub sektor jasa keuangan yang pergerakan harga sahamnya masih di atas kinerja Indeks Keuangan dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Di sisi lain, ada juga yang kinerjanya di bawah kinerja indeks. Sementara dari sisi kredit macet, ternyata mayoritas bank sampel BUKU IV mengalami peningkatan NPL akibat pandemi.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) tercatat sebagai dua emiten perbankan yang kinerjanya mampu mengalahkan kinerja indeks keuangan.

PT Bank Central Asia Tbk didirikan pada 21 Februari 1957 dengan nama Bank Central Asia NV dan merupakan bank swasta terbesar di Indonesia. Bank ini diketahui merupakan bagian penting dari Salim Group. Saat ini bank dimiliki oleh salah satu kelompok produsen rokok terbesar keempat di Indonesia, Djarum. Sedangkan BRI merupakan salah satu bank milik negara terbesar di Indonesia. BRI didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja pada tanggal 16 Desember 1895.

Selain itu, ada emiten perbankan BUKU IV yang mencatatkan kinerja pertumbuhan harga saham di atas IHSG, namun masih di bawah Indeks Keuangan yaitu Bank Mandiri, Bank BNI, dan Bank CIMB Niaga. Namun ada juga bank yang kinerja pertumbuhan harga sahamnya di bawah IHSG dan Indeks Keuangan, yaitu Bank Danamon dan Bank Panin.

Berdasarkan laporan keuangan BBCA, terjadi penurunan total pendapatan komprehensif dari tahun lalu. Pada Q2 2020, BBCA memperoleh laba komprehensif sebesar Rp13,18 triliun, lebih rendah dibandingkan laba komprehensif yang diperoleh pada Q2 2019 sebesar Rp14,22 triliun.

Pergerakan harga bank BCA juga mengalahkan pergerakan Financial Index. Sejak Januari 2015 hingga data terakhir pada 14 September 2020, BBCA mengalami kenaikan pergerakan harga sekitar 150,15 persen, sedangkan Indeks Keuangan hanya mampu mencatatkan pertumbuhan sebesar 56 persen.

Berdasarkan laporan keuangan BBRI, terjadi penurunan total pendapatan komprehensif dari tahun lalu. Pada Q2 2020, BBRI memperoleh laba komprehensif sebesar Rp10,44 triliun, turun menjadi 48,2 persen dari laba komprehensif di Q2 2019 yang sebesar Rp21,65 triliun.

Pergerakan harga saham bank BRI mengalahkan pergerakan Indeks Keuangan. Sejak Januari 2015 hingga data terbaru 14 September 2020, BBRI mengalami kenaikan pergerakan harga sekitar 154,26 persen, sedangkan Indeks Keuangan hanya mampu mencatatkan pertumbuhan 56 persen.

NPL adalah rasio kredit yang tidak bisa dikembalikan debitur alias kredit macet terhadap total kredit yang diberikan bank kepada masyarakat. Semakin kecil NPL tersebut maka semakin baik kualitas kredit yang diberikan oleh bank.

Terdapat empat bank BUKU IV yang memiliki NPL dibawah rata-rata NPL dari tujuh bank penerbit yang dijadikan sampel penelitian yaitu Bank BCA, Bank BNI, Bank BRI, dan Bank Panin. Riset Lifepal menyebutkan, mayoritas bank BUKU IV pada Q2 2020 menunjukkan peningkatan NPL Bruto, yang berarti debitur tidak bisa mengembalikan pinjaman.

Dalam melakukan penelitian terhadap data di atas, Lifepal menganalisis pergerakan saham emiten perbankan BUKU IV yang telah tercatat di Bursa Efek Indonesia minimal 5 tahun terakhir. Bank BUKU IV sendiri merupakan bank yang memiliki modal inti lebih dari Rp30 triliun.

Lifepal juga membandingkan data pertumbuhan pendapatan komprehensif dan kredit bermasalah (NPL) dari laporan keuangan masing-masing perusahaan dalam lima tahun terakhir, dari 2015 hingga kuartal kedua 2020.