Jika Ditemukan Kasus Covid-19, Anies Ancam Tutup Mal dan Pasar

Usaha Dagang, Bisnis – Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta mengancam akan melakukan penutupan operasi pusat perbelanjaan, seperti mal dan pasar jika masih ditemukan kasus positif Covid-19 pada saat PSBB total dilaksanakan. Ketentuan yang dibuat ini akan berlaku mulai Senin (14/9/2020) sampai dua minggu ke depan.

Selama dua minggu kedepan, jika ditemukan kasus positif Covid-19 baik di pasar, pusat perbelanjaan, ataupun di gedung perkantoran, maka bukan saja kantor atau penyewa tempat yang terdapat di lantai tertentu, tetapi semua yang terdapat di dalam gedung akan dilakukan penutupan selama 3 hari operasi, ucap Anies saat konferensi pers virtual, Minggu (13/9/2020).

Kemudian, masa isolasi akan diterapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, bagi masyarakat yang terlibat dalam lokasi ditemukannya kasus positif Covid-19 tersebut. Isolasi masyarakat akan dilakukan ditempat-tempat yang sudah ditentukan, salah satunya Wisma Atlet.

Bahkan Gubernur Anies dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 juga sudah menentukan tempat isolasi lainnya.

Karena tidak semua masyarakat kita mempunyai pengetahuan dan pengamalan untuk menjaga kesehatan atas covid-19, maka isolasi mandiri di rumah tinggal harus dihindari, hal ini dilakukan juga untuk mengurangi potensi penularan klaster dalam rumah tinggal, tegasnya

Anis juga masih memperbolehkan untuk mal dan pasar tetap buka, saat menjalani PSBB Total. Tetapi , hanya diperbolehkan sebanyak 50 persen kapasitas pengunjung dari total kapasitas normal.

Batasan kapasitas yang dilakukan yaitu 50 persen pengunjunga harus berada dalam lokasi yang sama. Tetapi berbeda dengan restoran, rumah makan, dan café hanya dapat menerima pesan antara dan bawa pulang, jelasnya.

Anis mengatakan kedua tempat tersebut dapat beroperasi karena berfungsi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bahkan, menurutnya beberapa perdagang pasar sudah mulai disiplin melakukan penerapan protocol kesehatan nasional.

Tindakan menutup pasar yang kita lakukan saat ditemukan kasus positif, membuat para pedangan bersama-sama menegakan kedisiplinan protocol kesehatan untuk menghindari penutupan pasar. Jadi sekarang ini, kita melihat kasus terbanyak yang terjadi sekarang ini adalah dari perkantoran, ucapnya.

Total terdapat 11 sektor usaha yang boleh melakukan operasi, yaitu kesehatan, bahan pangan (makanan dan minuman), energy, serta komunikasi dan teknologi informatika. Setelah itu keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, serta industri strategis.