Harga Minyak Turun Drastis Akibat Kebijakan Arab Saudi

Usaha Dagang, Dunia – Harga minyak berjangka turun tajam pada akhir perdagangan Selasa (8/9) waktu Amerika Serikat (AS) atau Rabu (9/9) pagi WIB.

Dilansir dari Antara, untuk minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober, harga turun 7,6 persen ke level US$36,76 per barel. Penurunan ke level harga ini adalah yang pertama kali sejak Juni 2020.

Sementara itu, minyak mentah berjangka jenis brent untuk pengiriman November merosot US$2,23 atau 5,3 persen ke level US$39,78 per barel.

Penurunan terjadi setelah Arab Saudi memangkas harga jual Oktober. Selain itu, penurunan juga dipicu oleh peningkatan kasus infeksi virus corona di India, Inggris Raya, Spanyol, dan sebagian Amerika Serikat.

Meningkatnya penyebaran penyakit dapat merusak pemulihan ekonomi global dan melemahkan permintaan bahan bakar.

Bob Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho, mengatakan pelemahan permintaan akan meningkatkan pasokan minyak dunia.

menurutnya penyimpanan minyak mentah akan naik bahkan melebihi daripada mendekati tertinggi dalam sejarah.

Selain faktor tersebut, minyak juga mendapat tekanan dari aksi jual pasar.

Yawger mengungkapkan bahwa komunitas spekulatif akan memisahkan diri dan mentalitas kawanan menghancurkan harga minyak.

Minyak mentah turun pada awal pekan lalu setelah perusahaan minyak negara Arab Saudi Aramco memangkas harga jual resmi Oktober untuk minyak ringan Arabnya. Pemotongan tersebut menimbulkan spekulasi bahwa permintaan minyak melemah.

“Pemotongan harga Saudi yang diumumkan hari Minggu membuat WTI tidak menarik bagi pembeli Asia,” kata analis energi yang berbasis di Colorado, Phil Verleger dari PK Verleger LLC.