Beternak Bebek Secara Tradisional dan Untung yang Diraih

Usaha Dagang, Bisnis – Di berbagai daerah di Indonesia saat ini oleh warga banyak yang menggeluti beternak bebek secara tradisional. Karena diyakini dengan beternak bebek secara tradisional, biaya produksi pakan dianggap mampu ditekan hingga kisaran 50 persen.

Pakan untuk bebek-bebek tersebut tidak perlu disediakan oleh para peternak. Karena dengan dilepasnya bebek-bebek di alam bebas untuk dapat mengonsumsi pakan secara alami.

Disamping itu keuntungan bisa didapat oleh petani dengan keberadaan bebek-bebek tersebut. Karena memakan hama pertanian yang bisa merugikan petani seperti keong emas dan belalang.

Ratusan bebek yang sudah berumur sekitar 2 hingga 3 bulan nantinya akan di lepas ke area persawahan yang sudah dipanen agar bisa mencari makan.

Untuk memindahkan bebek dari area persawahan ke tempat pemeliharaan, apabila lokasinya jauh maka si penggembala bebek menggunakan kendaraan roda dua dengan memberikan tambahan kandang di belakang kendaraannya. Bebek yang bisa diangkut bisa mencapai 300 hingga 400 ekor bebek.

Agar harga jual di pasar tetap stabil dan meminimalisir adanya kelebihan serta kekurangan stok, maka para peternak bebek perlu diberikan keterampilan terutama dalam hal pemasaran dan penjualan produk akhir. Sehingga diharapkan bisa memberi peran dalam siklus ternak bebek bisa menjadi lebih teratur dan berimbang.