Berlanjut Hingga Awal 2021 Program Subsidi Gaji Sampai Bansos Tunai

Usaha Dagang, Keuangan – Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan bahwa sejumlah program yang dilakukan sebagai penyangga ekonomi masih akan terus berlanjut sampai tahun depan. Program tersebut guna untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah pandemi Virus Corona.

Pertama Bantuan Presidan (Banpres) UMKM akan tetap berlangsung, kedua subsidi gaji kepada pegawai akan diperpanjang sampai kuartal pertama tahun depan, ketiga kartu prakerja, dan selanjutnya merupakan bantuan sosial (Bansos) tunai, program keluarga harapan (PKH) serta sembako, ucap Airlangga yang juga sebagai Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 setelah selesai sidang paripurna di Istana Negara, Jakarta Senin (7/9/2020).

Seperti yang diketahui, bahwa program Banpres (Bantuan Presidan) Produktif diberikan kepada para pelaku usaha mikro dan kecil (UMK). Penerima manfaat dari program ini ialah uang tunai senilai Rp. 2,4 juta yang dapat digunakan untuk bertahan di tengah pandemi.

Untuk tahun ini, pemerintah sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp. 28,8 triliun untuk menjalankan program tersebut. Dana tersebut juga diperkirakan dapat menjangkau sekitar 12 juta UMK di Indonesia.

Untuk menerima Banpres (Bantuan Presiden) syarat utama yang harus dipenuhi ialah mempunyai usaha mikro dan kecil. Selain itu, pelaku usaha harus berwarga negara Indonesia yang dibuktikan dengan menunjukkan kepemilikan KTP (kartu tanda penduduk) serta NIK (nomor induk kependudukan), tidak mempunyai kredit di perbankan ataupun lembaga keuangan lainnya, dan saldo dalam rekening tidak melebihi Rp. 2 juta.

Untuk program subsidi gaji merupakan bantuan tunai yang diberikan kepada karyawan yang memiliki gaji kurang dari Rp.5 juta. Pada program ini karyawan akan diberikan bantuan sebesar Rp. 600 ribu per bulan selama 4 bulan dan dana akan ditransfer langsung kedalam rekening penerima per 2 bulan sekali. Dan program ini diberikan kepada para pekerja swasta di luar PNS dan pegawai BUMN.

Untuk para pekerja penerima bantuan subsidi ini juga harus pekerja aktif yang terdaftar di BPJS ketenagakerjaan. Anggaran dari Kementerian keuangan yang siap digelontarkan untuk para pekerja penerima bantuan subsidi tersebut sekitar Rp. 33,1 triliun.

Sedangkan untuk program Kartu Prakerja, kepada mereka yang menjadi peserta akan diberikan bantuan sebesar Rp.3,55 juta. Dimana untuk peruntukan awal akan dikenakan biaya pelatihan senilai Rp. 1 juta. Sehingga sisa dana insentif yang diberikan sebesar Rp. 2,55 juta. Dimana dana tersebut yang pertama didapatkan dari insentif pelatihan Rp. 600 ribu per bulan selama empat bulan dan kedua insentif pengisian per survei Rp. 50 ribu untuk 3 kali survei.

Sedangkan, Program Keluarga Harapan (PKH) sembako untuk warga yang berada di luar Jabodetabek, pemerintah akan memberikan uang tunai senilai Rp. 600 ribu perbulan untuk setiap penerima manfaat yang berlaku dari April sampai Juni 2020. Namun program tersebut dilanjutkan sampai bulan Desember, dengan terjadinya pengurangan nilai bantuan menjadi Rp. 300 ribu per bulan untuk setiap penerima manfaat.

Pemerintah juga memberikan bantuan kepada warga yang terdampak pandemi, dengan memberikan bantuan sembako kepada 1,3 juta warga DKI Jakarta dan kepada 600 ribu warga Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi.