Akibat Penjualan Online Melesat, Saham Nike Meroket

Usaha Dagang, Bisnis – Pada perdagangan Selasa, saham Nike mengalami kenaikan sebesar 13%. Tingginya kenaikan saham Nike ini dipengarui oleh penjualan online yang tembus sampai 82 persen.

Pandemi Covid-19 saat ini dimanfaatkan oleh perusahaan Nike untuk mempercepat bisnis penjualan digitalnya. Bahkan divisi pakaian wanita juga mengalami peningkatan sebesar 200 persen.

Disaat orang tua melakukan penimbunan barang untuk menghadapi musim sekolah membuat bisnisnya kembali membaik di pasar utama seperti China, hal ini membuat mereka Jordan Nike sekarang terlihat lebih menguat dari pada sebelumnya.

Nike juga melakukan penawaran prospek baru yang akan dilakukan di tahun 2021, yang diharapkan dapat meningkatkan penjualan satu digit menjadi dua digit dari tahun 2020.

Kami mengetahui bahwa sistem digital merupakan normal baru. Dimana konsumen sekarang ini didasarkan pada digital dan tidak akan kembali lagi, ucap John Danohoe, CEO.

Jika sebelumnya, laba bersih yang diterima Nike naik menjadi US$ 1,52 miliar atau sekitar 95 sen per saham, dari tahun sebelumnya sekitar US$ 1,37 miliar atau sekitar 86 sen per saham. Dimana angka terebut jauh lebih baik daripada yang diprediksi oleh para analis sekitar 47 sen per saham.

Pada tahun sebelumnya pendapatan Nike mengalami penurunan sebesar 0,6% menjadi US$ 10,59 miliar dari US$ 10,66 miliar, namun penurunan ini melampaui prediksi yang dilakukan oleh analis sebesar US$ 9,15 miliar.

Penjualan Nike yang terjadi di pasar Chine mengalami kenaikan sebesar 6%, sedangkan untuk pendapatan dari pasar terbesar Nike yaitu Amerika Utara mengalami penurunan sekitar 2%. Namun, penjualan yang terjadi di Amerika Utara sebesar US$ 4,23 miliar masih di atas perkiraan para analis sebesar US$ 3,39 miliar

Hasil terbaru ini adalah pembalikan yang kuat untuk Nike, dimana setelah mengalami penurunan yang sangat besar pada kuartal terakhir. Naik melaporkan pada akhir Juni perusahaan ini mengalami kerugaian yang tidak terduga, hal tersebut dikarenakan pendapatan perusahaan ini anjlok sebesar 38%, yang disebabkan oleh dampak penutupan sementara toko selama pandemi Covid-19.