AAJI Mencatat Jumlah Nasabah Asuransi Jiwa Turun ke 58,75 Juta di Semester I 2020

Usaha Dagang, Keuangan – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat jumlah masyarakat yang terlindungi asuransi jiwa di Indonesia hingga akhir semester I tahun 2020 mencapai 58,75 juta orang. Jumlah tersebut turun 1,4 persen dari 59,59 juta orang pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Jumlah pertanggungan asuransi jiwa mengalami sedikit penurunan sebesar 1,4 persen dari 59,59 juta orang tahun lalu menjadi 58,75 juta orang,” ujar Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon dalam video conference Kinerja Semester I Tahun 2020 AAJI, Jumat ( 25/9).

Selain itu, lanjut Budi, jumlah total polis juga mengalami penurunan sebesar 8,1 persen dari 17,6 juta polis menjadi sekitar 16,2 juta pada semester pertama tahun 2020.

Penurunan jumlah polis sebagian besar terjadi pada polis asuransi grup. Hal ini sejalan dengan tekanan ekonomi yang dialami banyak negara termasuk Indonesia, sehingga banyak perusahaan yang mengalami tekanan, tambahnya.

Meski demikian, AAJI mengaku siap mendorong pertumbuhan industri asuransi di tengah pandemi Covid-19 melalui sejumlah langkah strategis. Antara lain yaitu dengan mendukung penerapan regulasi agar dapat menghasilkan inovasi dan digitalisasi dengan menerapkan prinsip kehati-hatian,

Dalam hal ini, kata Budi, AAJI juga mendukung penguatan regulasi terkait pemasaran Produk Asuransi Yang Dikaitkan Dengan Investasi (PAYDI) atau UnitLink melalui tatap muka digital digital yang saat ini telah diizinkan.

Lalu ditambah juga dengan mempercepat pembentukan Lembaga Penjaminan Pemegang Polis (LPPP) yang berfungsi untuk menjamin perlindungan bagi nasabah dan menjalankan amanat Undang-Undang (UU) 40/2014 tentang Perasuransian.

Yang terakhir dengan cara mendorong inklusi dan literasi keuangan melalui berbagai media digital sehingga masyarakat dapat merasakan maanfaat dari berbagai produk asuransi jiwa untuk perlindungan finansial dan perencanaan ketahanan keluarga Indonesia.