Terburuk dalam Sejarah, United Airlines PHK 2.850 Pilot

Usaha Dagang, Bisnis – Penerbangan asal Amerika Serikat, United Airlines berencana mengurangi 2.850 pilotnya atau 21% dari 13.000 total pilot. Jumlah itu akan menjadi pemutusan hubungan kerja terbesar dalam sejarah.

Pengurangan tersebut dilakukan untuk mempersiapkan perusahaan jika bantuan penggajian dari pemerintah AS tidak diperpanjang. Berdasarkan rilis dari United, PHK akan dilakukan antara 1 Oktober hingga 30 November 2020.

April lalu pemerintah AS menggelontorkan bantuan penggajian yang dibagikan kepada sejumlah maskapai AS. Total yang digelontorkan senilai US$ 25 miliar setara Rp 366 triliun (kurs Rp 14.600). Bantuan itu melarang maskapai untuk melakukan PHK, cuti paksa dan pemotongan gaji hingga akhir September.

Perlu diketahui, kasus virus Corona di AS terus meningkat dan menyebabkan industri penerbangan AS makin hancur. Sejumlah maskapai telah meminta pemerintah memperpanjang bantuan penggajian hingga Maret 2021. Namun, diskusi dengan Kongres terhenti karena pemerintah tengah mempersiapkan paket bantuan Corona yang lebih luas.

United mengatakan perusahaannya menjadi maskapai yang paling terdampak dari maskapai lain terutama dalam perjalanan internasional. Butuh waktu lama untuk pulih dari dampak pandemi saat ini.

Pada umumnya maskapai AS mencoba untuk mengurangi jumlah PHK dengan menawarkan pensiun dini atau kesepakatan cuti sukarela. Selain United maskapai lain juga berencana melakukan PHK. Delta Air Lines akan memangkas 1.900 pegawai. Diikuti American Airlines akan memangkas 1.600 pegawai.