Tahun 2019 BPJS Kesehatan Kantongi Laba Rp369 Miliar

Usaha Dagang, Bisnis – BPJS Kesehatan akhirnya membukukan laba Rp369,06 miliar pada 2019. Kinerja keuangan perusahaan berbalik dari sebelumnya rugi Rp57,33 miliar pada 2018.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, laba muncul karena total pendapatan lebih tinggi daripada beban keuangan. Tercatat, total pendapatan perusahaan mencapai Rp 4,43 triliun.

Pendapatan tersebut bersumber dari pendapatan operasional dari pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebesar Rp4,09 triliun dan pendapatan non operasional sebesar Rp338,86 miliar.

Pendapatan operasional naik 8,57 persen secara tahunan dari Rp3,76 triliun di tahun sebelumnya. Sementara pendapatan non operasional naik 227,74% dari Rp 103,39 miliar.

Pendapatan non operasional berasal dari investasi sebesar Rp. 690,48 miliar dan pendapatan lain-lain Rp. 28,1 miliar. Namun ada biaya investasi sebesar Rp. 97,85 miliar dan beban lain-lain Rp. 281,86 miliar.

Sedangkan beban usaha naik 3,34 persen dari Rp 3,97 triliun menjadi Rp 4,11 triliun pada periode yang sama. Namun, jumlah tersebut masih lebih rendah dari total pendapatan.

Dari sisi aset, perusahaan peralihan PT Asuransi Kesehatan (Askes) memiliki aset Rp 13,26 triliun. Jumlah tersebut naik 4,49 persen dari Rp 12,69 triliun pada 2018.

Aset terdiri dari aset lancar sebesar Rp. 5,88 triliun, naik 2,97 persen dari Rp. 5,71 triliun dan aset tidak lancar sebesar Rp. 7,37 triliun atau meningkat 5,73 persen dari Rp. 6,97 triliun. Perusahaan juga tercatat memiliki utang Rp 2,95 triliun, naik 15,23 persen dari Rp 2,56 triliun pada 2018.

Utang tersebut terdiri dari utang jangka pendek Rp 643,63 miliar dan utang jangka panjang Rp 2,31 triliun. Utang jangka pendek turun 5,3 persen dari tahun sebelumnya Rp679,71 miliar, sedangkan utang jangka panjang naik 23,52 persen dari Rp1,87 triliun.

Di sisi lain, perseroan mencatat kenaikan Pinjaman Sosial Kesehatan (DJS) dari sisi pendapatan dan pengeluaran. Pendapatan dari program ini meningkat 15,93 persen dari Rp96,66 triliun menjadi Rp112,06 triliun.

Pendapatan dari pos iuran naik sekitar 30,8 persen menjadi Rp111,75 triliun dan pendapatan lain naik 13,19 persen menjadi Rp301,77 miliar. Sementara, beban meningkat 19,98 persen dari Rp107,6 triliun menjadi Rp129,1 triliun.

Peningkatan beban berasal pos jaminan kesehatan yang tumbuh 15,01 persen menjadi Rp108,45 triliun, cadangan teknis naik 50,31 persen menjadi Rp9,5 triliun, dan operasional BPJS Kesehatan meningkat 8,77 persen menjadi Rp4,09 triliun.

Lalu, beban cadangan penurunan nilai piutang iuran terkerek 108,66 persen menjadi Rp5,78 triliun dan beban lainnya naik 191,24 persen menjadi Rp1,26 triliun.