Setelah Sempat Menguat, IHSG Terlempar ke Zona Merah Jumat Pagi

Usaha Dagang, Keuangan – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik 0,05 persen menjadi 5.242, Jumat pagi (14/8/2020). Namun, penguatan tersebut tidak berlangsung lama. Hingga pukul 09.21 WIB, IHSG terkoreksi 0,09 persen ke level 5.234.

Indeks LQ45 turun 1,04 poin atau 0,13 persen menjadi 824,76.

Sementara itu, indeks utama Wall Street ditutup mixed pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Ini terjadi setelah klaim pengangguran turun di bawah satu juta untuk pertama kalinya sejak upaya mengekang wabah COVID-19 di Amerika Serikat dimulai lima bulan lalu.

Dikutip dari ANTARA, indeks Dow Jones Industrial Average turun 80,12 poin atau 0,29 persen menjadi ditutup pada 27.896,72 poin. S&P 500 turun 6,92 poin, atau 0,20 persen, menjadi berakhir pada 3.373,43 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup naik 30,27 poin atau 0,27 persen menjadi 11.042,50 poin.

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup melemah, dengan sektor energi merosot 1,99 persen, memimpin penurunan. Sedangkan sektor komunikasi dan teknologi yang mengalami kenaikan sebesar 0,38 persen dan 0,04 persen, hanya dua kelompok yang mengalami kenaikan.

Wall Street telah memulihkan sebagian besar dari triliunan kapitalisasi pasar yang hilang selama awal pandemi. Nasdaq adalah yang pertama dari tiga indeks utama yang mencapai rekor tertinggi di bulan Juni. Dow tetap di bawah puncaknya pada bulan Februari.

Klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, tercatat di 963.000 pada pekan yang berakhir 8 Agustus, menyusul revisi naik 1,191 juta pekan sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja melaporkan Kamis. Ini menandai pertama kalinya klaim mingguan AS turun di bawah satu juta sejak penutupan ekonomi yang dipicu oleh COVID-19.

Menurut Kepala Ekonom FHN Financial, Chris Low, pembukaan kembali ekonomi tercermin dari penurunan klaim dan juga menunjukkan berakhirnya tunjangan pengangguran federal dimana mungkin telah meyakinkan orang banyak agar berhenti mengandalkan bantuan dan mencari pekerjaan.

Data pekan lalu juga menunjukkan ekonomi pulih hanya 9,3 juta dari 22 juta pekerjaan yang hilang antara Februari dan April. Wall Street juga khawatir tentang ketidakpastian nasib stimulus virus korona lebih lanjut di Amerika Serikat karena anggota parlemen negara itu terus memperdebatkan paket tersebut.

Sementara itu, investor terus berharap Demokrat dan Gedung Putih dapat mencapai kesepakatan paket stimulus untuk membantu pemulihan ekonomi. Tunjangan pengangguran telah menjadi poin penting dalam percakapan mereka.

Pemilihan presiden AS diperkirakan akan menambah lapisan ketidakpastian pasar, dengan kira-kira 12 minggu tersisa hingga Hari Pemilihan.