Sah! Indonesia – Tiongkok Sepakati Kerjasama 40 Juta Dosis Vaksin COVID-19

Usaha Dagang, Dunia – Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi didampingi Ketua Pelaksana Komite Penanganan Corona COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional sekaligus Menteri BUMN Erick Tohir baru saja melakukan pertemuan bilateral dengan State Councillor atau Menlu Wang Yi di Sanya, Hainan.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengumumkan penandatanganan kerja sama antara Bio Farma dengan Sinovac Biotech dalam pengembangan vaksin. Dengan kesepakatan ini, maka Sinovac akan menyediakan vaksin sebanyak 40 juta dosis vaksin untuk periode November 2020 hingga Maret 2021.

“Dalam pertemuan tadi, Indonesia menyampaikan mengenai pentingnya jumlah vaksin Corona COVID-19 yang memadai, tepat waktu, aman, dan dengan harga yang terjangkau.”

Retno mengatakan ini adalah kerja sama yang cukup panjang antara Bio Farma dan Sinovac. Selain Sinovac, Indonesia juga melakukan pembicaraan untuk memperkuat kerja sama vaksin dengan industri farmasi dengan Sinopharm dan CanSino.

Ada 2 dokumen yang ditandatangani antara Sinovac dan BioFarma. Yang pertama adalah Preliminary Agreement of Purchase and Supply of Bulk Product of COVID-19 Vaccine, yang menyepakati komitmen ketersediaan supply bulk vaksin hingga 40 juta dosis vaksin Corona COVID-19mulai November 2020 hingga Maret 2021.

Dokumen kedua yang ditandatangani adalah MoU untuk komitmen kapasitas vaksin 2021. Jadi setelah Maret di mana Sinovac memberi prioritas kepada Bio Farma untuk bought vaccine setelah Maret 2021 hingga akhir tahun 2021, Ini adalah kerja sama yang cukup panjang antara Bio Farma dan Sinovac.

Erick berharap dengan kerja sama ini maka imunisasi massal dapat terlaksana pada awal tahun depan. Selain itu, ia juga menegaskan BUMN akan melakukan transformasi di sektor logistik dengan pelajaran dari pandemik COVID-19.

“Kita ingin pastikan logistik kita kompetitif. Karena itu banyak hal yang didiskusikan agar ekonomi kita kompetitif. Kita punya sumber daya yang baik, tidak hanya market yang besar. Tinggal memastikan logistik dan digitalisasi kita berskala besar,” katanya.