Penyebab Utang Luar Negeri BUMN yang Makin Melonjak

Usaha Dagang, Bisnis – Kenaikan jumlah utang luar negeri (ULN) BUMN seperti yang diungkapkan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan itu murni aksi korporasi. Meirijal Nur yang merupakan Direktur Kekayaan Negara Yang Dipisahkan DJKN mengatakan kenaikan ULN BUMN bukan karena instruksi pemerintah.

“Itu murni korporasi karena saya tidak melihat adanya perintah dari pemerintah. Itu keputusan bisnis biasa,” kata Meirijal dalam video conference, Jumat (28/8/2020).

Mengenai BUMN mana yang mengalami peningkatan ULN, Meirijal mengaku belum mengetahuinya secara pasti.

“Saya belum benar-benar memantau BUMN mana saja yang mengalami kenaikan ULN. Saya kira sebagai badan usaha saat mengalami kesulitan keuangan, baik itu kesulitan likuiditas maupun kebutuhan cash flow, wajar saja dia mencari tambahan leveraging,” ujarnya.

Perlu dicatat, total ULN BUMN mengalami peningkatan 22,9% menjadi US$ 58,9 miliar pada Juni 2020. Total ULN Indonesia sendiri mencapai US$ 408,6 miliar atau setara Rp5.924,7 triliun (kurs Rp14.500). Angka tersebut terdiri atas ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar US$ 199,3 miliar dan ULN swasta termasuk BUMN sebesar US$ 209,3 miliar.

Berdasarkan data Bank Indonesia, utang luar negeri Indonesia (ULN) kembali meningkat. Posisi ULN Indonesia pada akhir triwulan II tahun 2020 tercatat sebesar US$ 408,6 miliar atau setara dengan Rp5.924,7 triliun (kurs Rp14.500) yang terdiri dari ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar US$ 199,3 miliar dan utang luar negeri sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar US$ 209,3 miliar.

ULN Indonesia tumbuh 5,0% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 0,6% (yoy).

“Hal ini disebabkan adanya penarikan bersih transaksi ULN, baik ULN pemerintah maupun swasta. Selain itu, penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS juga berkontribusi pada peningkatan nilai ULN dalam Rupiah,” kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko dalam keterangan resmi, Jumat (14/8/2020).