Peningkatan Kasus Infeksi Corona Menekan Minyak Dunia

Usaha Dagang, Bisnis – Harga minyak mengalami tekanan ke bawah level tertinggi di lima bulan pada akhir perdagangan kamis (6/8) waktu AS (Amerika Serikat) atau jumat (7/8) pagi WIB.

Untuk pengiriman minyak mentah berjangka Brent pada bulan Oktober mengalami penurunan 8 sen yang ditutup di level US$ 45,09 per barel. Sedangkan untuk pengiriman minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) pada bulan September turun di 24 sen ke level US$ 41,95 per barel.

Sebelum terjadi pelemahan, minyak sebenarnya mendapatkan sentimen yang positif yang sebabkan oleh pengurangan produksi yang direncanakan oleh Irak. Namun, sentimen tersebut tidak bertahan lama.

Kekhawatiran pasar bahwa permintaan minyak mentah akan mengalami keterlambatan akibat penyebaran Covid-19 kembali membebani pergerakan minyak mentah, sehingga harganya kembali tertekan.

Analis senior di Price Futures Group Phil Flynn mengatakan saat ini semua orang sedang menunggu paket bantuan virus corona untuk memberikan peningkatan pada ekonomi.

Irak juga mengatakan bahwa akan memperbesar pemangkasan produksi minyak mentah menjadi 400 ribu barel per hari pada bulan Agustus demi mengimbangi kelebihan produksi sebelumnya. Saat bersamaan, pemerintah AS (Amerika Serikat) melaporkan bahwa stok minyak mentah mereka mengalami penurunan jauh melebihi perkiraan.

Sentimen yang sempat disampaikan dan ditambah dengan pelemahan dolar AS tersebut sempat mendongkrak minyak ke level harga tertinggi sejak 6 Maret.

Tetapi di tengah sentimen tersebut, perhatian pasar kembali berubah dan tertuju pada kenaikan kasus Covid-19.

Investor minyak juga tetap waspada terhadap peningkatan persediaan produk olahan Amerika Serikat saat para gubernur bank sentral Amerika Serikat mengatakan kebangkitan kasus virus corona akan memperlambat pemulihan ekonomi di konsumen minyak terbesar dunia tersebut.

Analis Commerzbank Eugan Weinberg, mengatakan bahwa untuk jangka menengah, permintaan yang lemah kemungkinan akan lebih banyak membebani daripada sentimen positif, itulah sebabnya kami memperkirakan harga akan terus mengalami koreksi dalam jangka waktu dekat.