Minyak Mentah Tergelincir, Pasar Bersiap Hadapi Kenaikan Pasokan

Usaha Dagang – Untuk harga minyak mentah mengalami penurunan sampai di level US40$ per barel di New York. Hal tersebut dikarenakan pasar sedang melakukan persiapan dalam menghadapi peningkatan pasokan OPEC dan sekutunya.

Berdasarkan hasil data dari Bloomberg pada hari Senin (3/8/2020), minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman di bulan September mengalami penurunan sebesar 0,92 persen atau 0,37 poin ke level US$ 39,90 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 09.30 WIB.

Sedangkan, untuk minyak berjenis Brent pada kontrak oktober tergelincir sebesar 0,74 persen atau 3,32 pon ke level US$ 43,2 per barel di ICE Futures Eropa exchange setelah mengalami peningkatan sebesar 0,6 persen pada hari jumat (31/07/2020).

Dikutip dari akun Bloomberg, OPEC+ akan meningkatkan pasokan minyak mentah sebanyak 1,5 juta barel mulai bulan Agustus setelah kesepakatan pembatasan produksi minyak mentah berakhir. Sebelum itu, Rusia bahkan sudah terlebih dahulu meningkatkan produksinya pada bulan lalu.

Berdasarkan hasil data dari Kementerian Energi Rusia, produksi minyak mentah dan kondensat periode bulan Juli sebesar 39,63 juta ton, atau setara dengan 9,27 juta barel per hari. Dimana angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan produksi minyak pada bulan Juni oleh Rusia, yang di level rata-rata 9,32 juta barel per harinya.

Sementara itu, kasus pendemi Covid-19 terus mengalami peningkatan dengan cepat di California, sedangkan Manila kembali memberlakukan lockdown, dan kota terbesar kedua Australia, yaitu Melbourne, menerapkan jam malam untuk membendung penyebaran wabah.

Walaupun minyak telah pulih dari penurunan di bawah nol pada bulan April, tetapi reli telah terhenti di kisaran US$ 40 per barel, dimana hal tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa pemulihan konsumsi tidak akan berkelanjutan menyusul penyebaran virus corona.

Ini merupakan saat yang penting untuk produsen melakukan penambahan lebih banyak pasokan ke pasar. Menurut Royal Dutch Shell Plc dan Exxon Mobil Corp. tidak akan ada pemulihan permintaan penuh minyak sampai tahun depan.

Sedangkan, pengebor minyak shale AS melakukan pengurangan aktivitas pengeboran pada minggu lalu setelah kenaikan harga minyak gagal menghidupkan kembali kepercayaan. Dimana jumlah rig aktif turun 1 menjadi 180, ke level terendah sejak bulan Juni 2009, berdasarkan data Baker Hughes Co. yang dirilis pada hari Jumat.