Maskapai Terbesar Amerika PHK 19.000 Karyawan Per 1 Oktober 2020

Usaha Dagang, Bisnis – Salah satu maskapai terbesar Amerika Serikat, American Airlines berencana melakukan pemutusan hubungan kerja ke 19.000 karyawannya pada 1 Oktober 2020. Kebijakan ini disampaikan oleh CEO American Airlines Doug Parker dan Presiden American Airlines Robert Isom.

“Sekitar 19.000 anggota terpaksa di PHK dari perusahaan pada 1 Oktober mendatang. Adapun kebijakan ini dapat dihentikan jika stimulus industri penerbangan diperpanjang oleh pihak federal,” bunyi surat yang disampaikan Paker dan Isom.

Berdasarkan UU CARES yang menggelontorkan bantuan senilai US$ 50 miliar setara Rp 730 triliun (kurs Rp 14.600) untuk industri penerbangan AS. Maskapai dilarang melakukan PHK dan cuti paksa hingga 1 Oktober.

Dalam surat pemberitahuan PHK oleh American Airlines tertulis, bantuan pemerintah mendekati masa kadaluarsa. Namun permintaan penerbangan hingga saat ini masih sangat rendah. Hal itu membuat maskapai perlu mengurangi karyawan sebanyak 40 ribu karyawan dari total 133.700 karyawan. Sebelumnya 12.500 karyawan rela pensiun dini dan 11 ribu lainnya setuju cuti sukarela di Oktober mendatang.

“Akibat virus Corona yang hingga saat ini masih meradang. Kami hanya mampu menerbangkan kurang dari 50% penerbangan lokal dan 25% penerbangan internasional pada kuartal IV. Angka itu lebih rendah dari 2019,” berdasarkan surat American Airlines.

American Airlines juga mengumumkan akan menangguhkan 15 layanan maskapai di AS pada Oktober mendatang. Hal itu dilakukan sebagai upaya penghematan biaya perusahaan.

Industri penerbangan AS dan serikat pekerja berharap bantuan untuk maskapai diperpanjang. Paket bantuan dapat dibahas bersama dengan paket stimulus lainnya. Seperti stimulus peningkatan tunjangan pengangguran dan bantuan untuk negara bagian dan lokal.