Kolaborasi 9 BUMN Hadirkan Platform Digital Dalam Rangka Digitalisasi UMKM

Usaha Dagang, Bisnis – Dalam rantai perekonomian Indonesia, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu instrumen penting. Dengan pemanfaatan teknologi di era digital seperti saat ini tentunya diharapkan dapat mendukung percepatan pertumbuhan sektor UMKM.

Kementerian BUMN dalam membantu hal tersebut akan bekerja sama dengan sembilan BUMN untuk menghadirkan platform digital guna memfasilitasi potensi para pelaku ekonomi lokal di Indonesia yaitu Pasar Digital UMKM atau yang dikenal dengan PaDi UMKM.

Peresmian program ini dilaksanakan bertepatan dengan HUT RI ke 75 yang diresmikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Koperasi & UKM Teten Masduki, Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Pemerintah untuk Pelayanan Pemerintah (LKPP) Roni Dwi Susanto serta sejumlah Direktur BUMN bersama Procurement Defence dan UKM dalam acara bertajuk ‘Perluasan Pasar UMKM untuk Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Daerah’. Turut hadir melalui video conference adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Menteri BUMN Erick Thohir yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional mengatakan, peningkatan belanja terutama pada UMKM akan mendorong perekonomian kembali bergerak, sehingga diharapkan pemulihan ekonomi dapat terjadi menjadi lebih cepat.

Salah satu peran BUMN diwujudkan melalui PaDi UMKM ini. Selain itu, jika platform ini terkoneksi dengan Website Procurement Defense dan UKM, saya yakin akan semakin memperluas ekosistem bagi UMKM,” kata Erick dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/8/2020).

Lebih lanjut Erick mengatakan kehadiran PaDi UMKM memberikan berbagai manfaat baik bagi UMKM, BUMN maupun pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN. Fasilitas yang diperoleh UMKM antara lain akses pasar yang lebih luas ke BUMN, e-commerce baik lokal dan global, pembiayaan / permodalan, dan yang terakhir pemberian wawasan bagi UMKM untuk meningkatkan kualitas produk.

Sasaran dari program ini menurut Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkom yang turut hadir pada peresmian UMKM PaDi salah satunya adalah keberlanjutan dan peningkatan penyerapan produk UMKM oleh BUMN.

Dalam pemberdayaan UMKM melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), menurutnya Telkom sudah memiliki pengalaman yang cukup panjang serta telah berperan aktif sebagai salah satu pelopor penting pengembangan UMKM di Rumah BUMN.

Di Indonesia saat ini terdapat lebih dari 60 juta pelaku UMKM, sedangkan UMKM yang bergabung dengan PaDi UMKM mencapai 56.000. Secara bertahap, pelaku UMKM lainnya dapat bergabung dengan platform PaDi UMKM.

“Telkom berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi terbaik guna memajukan pelaku UMKM dan tentunya roda perekonomian Indonesia ke depan,” ujar Ririek.

Sebagai informasi, PaDi UMKM merupakan wadah anak bangsa yang digagas oleh Kementerian BUMN, kemudian dikembangkan oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) yang bertindak sebagai pengelola terpusat informasi dan pemasaran business-to-business (B2B).

BUMN yang mengikuti program ini diketahui ada 8 BUMN, diantaranya yakni Pembangunan Perumahan (PP), Waskita Karya, Wijaya Karya (Wika), Pupuk Indonesia, PT Pertamina, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Pegadaian, dan Permodalan Nasional Madani (PNM) akan bertindak sebagai pilot pada delapan kelompok kegiatan UMKM, termasuk diantaranya UMKM yang dibina dalam program Bina Rumah BUMN dan Community Development Center (CDC) masing-masing BUMN.

BRI, Pegadaian, dan PNM menyiapkan program penyediaan dana UMKM yang selanjutnya akan dikembangkan oleh BUMN perbankan dan keuangan lainnya pada tahap selanjutnya.