Gugatan Pailit Global Mediacom Terdampak Corona

Usaha Dagang, Keuangan – Beberapa negara di dunia telah masuk ke jurang resesi, dan terakhir Amerika Serikat (AS). Setelah ekonominya di kuartal II 2020 mencapai -32,9% padahal di kuartal masih mencapai -5% sehingga akhirnya negara Adidaya tersebut dinyatakan resesi .

Dampak yang cukup signifikan akibat resesi ekonomi yang dialami AS bakal diterima oleh Indonesia dan tidak seperti negara-negara sebelumnya.

Bhima Yudhistira yang merupakan peneliti ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memberi penjelasan bahwa ekonomi nasional akan cukup terasa imbas resesi ekonomi yang dialami AS. Setiap pertumbuhan ekonomi AS sebesar 1% berdasar perhitungannya maka akan berpengaruh pada 0,02-0,05% pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dampak lain akibat jatuhnya AS ke jurang resesi juga dirasakan oleh PT Global Mediacom Tbk (BMTR) dimana KT Corporation telah melayangkan permohonan gugatan pailit kepada PT Global Mediacom Tbk (BMTR) di Pengadilan Negeri Niaga Jakarta Pusat.

Gugatan tersebut diketahui tertuang dalam nomor perkara 33/Pdt.Sus-Pailit/2020/PN Niaga Jkt.Pst terhitung pada tanggal 28 Juli 2020 yang jatuh pada hari Selasa. Mengenai isi gugatannya menyatakan PT Global Mediacom Tbk yang beralamat di MNC Tower lantai 27, Jl. Kebon Sirih No.17-19, Jakarta 10340 dengan segala hukumnya dinyatakan pailit.

Kemudian selanjutnya diketahui vaksin Corona sejumlah 100 juta dosis telah dipesan oleh AS. Dua perusahaan farmasi dari Eropa diketahui telah melakukan perjanjian, diantaranya Sanofi dari Prancis dan perusahaan farmasi Inggris Glaxo Smith Kline (GSK). Dan untuk memasok 50 juta vaksin pertama, pemerintah AS akan membayar lebih dari US$ 2,1 miliar atau sekitar Rp 30,45 triliun, seperti yang dilansir Reuters, Minggu (2/8/2020).

Operasi yang dilakukan dalam peluncuran vaksin COVID-19 ke pasar pada akhir tahun 2020 disebut sebagai Operation Warp Speed.