Corona Berhasil Diatasi, Thailand Tetap Jatuh ke Jurang Resesi !

Usaha Dagang, Dunia – Keberhasilan Thailand dalam mengatasi penyebaran virus Corona rupanya tidak membantu ekonominya. Ekonomi Thailand bisa menjadi salah satu yang paling lambat di tahun ini.

Pandemi virus Corona menyebabkan anjloknya kunjungan wisatawan yang menjadi tumpukan ekonomi Thailand. Ekonomi Thailand mengalami kontraksi paling dalam sejak krisis 1998.

Perekonomian Asia Tenggara telah menyusut sebesar 12,2% sejak tahunan di kuartal II-2020.

Perekonomian Thailand sampai saat ini sangat bergantung pada pariwisata untuk bertumbuh. Tetapi kedatangan turis asing hampir berhenti total dan sepertinya tidak akan cepat pulih.

Apalagi pemerintah setempat dilaporkan tidak memiliki rencana untuk membuka wilayah perbatasannya bagi wisatawan dari negara negara tertentu demi meneruskan keberhasilannya dalam menekan virus corona.

“Meskipun virus dapat dikendalikan dengan cepat, dengan pariwisata akan tetap menjadi hambatan besar pada pertumbuhan, prospek ekonomi Thailand tetap menjadi salah satu yang terburuk di kawasan ini,” ujar Alex Holmes, ekonom Asia di konsultan Capital Economics.

Holmes mencatat bahwa Thailand telah melewati 80 hari tanpa satu kasus penularan Corona. Tetapi dia tetap memperkirakan kontraksi tahunan sebesar minus 9% dalam perekonomian Thailand tahun ini.

Hingga Senin lalu, Thailand telah melaporkan lebih dari 3.300 kasus virus corona yang dikonfirmasi dengan jumlah kematian mencapai 58 orang.

Selain keruntuhan industri pariwisata, mesin pertumbuhan Thailand lainnya, yaitu perdagangan juga melemah dan tak bisa diharapkan. Barnabas Gan, ekonom Singapore United Overseas Bank memperkirakan ekonomi Thailand menyusut 7,5% tahun ini, lebih buruk dari proyeksi sebelumnya kontraksi 5,4%.

“Pariwisata dan perdagangan telah lesu, setidaknya di paruh pertama tahun 2020. Itu sebenarnya bisa bertahan hingga sisa tahun ini,” kata Gan.