Bank Mandiri Bangun UKM Center Untuk Pengembangan UKM

Usaha Dagang, Bisnis – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. terus melakukan pengembangan Unit Pusat UKM (UKM Center) melalui 4.322 jaringan kantornya untuk mendukung pertumbuhan akan usaha mikro kecil dan menengah supaya mampu bangkit dari dampak yang diberikan oleh pandemi Covid-19.

Direktur Utama Bank Mandiri (Persero) Tbk., Royke Tumilaar mengatakan bahwa Mandiri UKM Center mengintegrasikan layanan perbankan untuk mereka para pelaku UKM, seperti tabungan, giro dan deposito, produk trade berupa LC dan SKBDN, dan produk pembiayaan lainnya.

Melalui Mandiri UKM Center tersebut para pebisnis dapat melakukan diskusi berbagai kebutuhan finansial yang dibutuhkan untuk melakukan pengembangan usahanya. Pada tahap awal, kami sudah mengembangkan lima UKM Center di daerah Bandung, Jakarta, Bekasi, dan Solo, ucap Royke.

Royke menjelaskan, bahwa Mandiri UKM Center memberikan tawaran financial advisor dan pelatihan untuk melakukan pengembangan usaha bagi para nasabah pelaku UKM sebagai nilai tambah unit tersebut.

Fungsi konsultasi juga diberikan oleh Mandiri UKM Center, termasuk businees matchmarking yang dapat mempertemukan nasabah dengan pelaku UKM dengan pengusaha sejenis ataupun potential buyer, ucapnya.

Bahkan, Mandiri UKM Center juga digunakan untuk membantu para pelaku UKM untuk melakukan promosi penjualan secara online melalui kerja sama dengan sejumlah platform e-commerce serta media sosial yang ada.

Menurut Royke, pengembangan dari Mandiri UKM Center adalah kelanjutdan dari sejumlah inisiatif strategis yang telah dilakukan oleh perseroan untuk mengembangkan UKM yang ada melalui penguatan lini produksi pembiayaan dan digitalisasi proses pengajuan pinjaman.

Kami juga berharap berbagai inisiatif layanan untuk para pelaku UKM ini mampu memperkuat peran UKM sebagai salah satu pilar kemajuan ekonomi Indonesia, sekaligus menjadikan Bank Mandiri sebagai mitra finansial pilihan utama dunia usaha di Indonesia, tuturnya.

Selain mengembangkan Mandiri UKM Center, Royke juga mengatakan bahwa bank Mandiri juga akan terus menyalurkan pinjaman produktif untuk mengembangkan sekot UKM yang ada. Perseroan juga telah menyalurkan dana sebesar Rp. 50,3 triliun untuk kredit segmen UKM kepada 21.895 debitur sampai bulan Juli 2020.

Dari nilai tersebut, ada 10,15% atau sejumlah Rp. 5,1 triliun adalah pinjaman kredit produktif yang bersumber dari penempatan uang negara di Bank Mandiri berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 104/2020.