Tindakan yang Diambil BPH Migas Atas Melencengnya Target Digitalisasi SPBU

Usaha Dagang, Bisnis – Target pelaksanaan Digitalisasi SPBU (IT Nozzle) masih belum tercapai oleh Telkom dan Pertamina. Dketahui Pertamina telah mengubah targetnya menjadi Agustus 2020 dari yang sebelumnya sudah ditetapkan pada 30 Juni 2020. Oleh karenanya, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) meminta komitmen Telkom dan Pertamina atas pencapaiannya tersebut.

“Sebagai Kepala BPH Migas, saya menginginkan adanya komitmen. Jadi ATG (Automatic Tank Gauge) dan EDC (Electronic Data Capture) harus sudah terpasang semua sehingga bisa disaksikan pada 17 Agustus 2020 yang berarti sudah memasuki wilayah kemerdekaan,” ungkap Kepala BPH Migas, M. Fanshurullah Asa saat berada di kantornya, Rabu (8/7/2020).

Dalam mengawali target, pengawasan dalam pelaksanaan IT Nozzle baik itu ATG maupun EDC terus dilakukan oleh Ifan, sapaan akrabnya dengan memerintahkan pegawai BPH Migas untuk melakukan pengecekan apakah SPBU yang menggunakan EDC mencatat nomor polisi kendaraan yang melakukan pengisian bahan bakar.

“Setiap operator nantinya akan kita cek apakah setiap kendaraan yang mengisi sudah ditulisi data nomor polisinya. Hal tersebut dilakukan sebagai alat pengendali pengawasan BBM subsidi supaya APBN yang dialokasi bisa tepat sasaran,” katanya.

Tracing ke beberapa daerah juga telah dilakukan oleh pihak dari Komite BPH Migas, Ahmad Rizal dengan melakukan pemantauan untuk daerah yang jaringan telekomunikasinya baik hingga minim. Sebagai hasil perbandingan target IT Nozzle, hal tersebut dilakukan supaya BPH Migas bisa mendorong Pertamina agar segera melakukan percepatan.

Pertamina dalam menyelenggarakan IT Noozle melakukan kerja sama dengan Telkom dalam digitalisasi 5.518 SPBU di seluruh Indonesia. Dikarenakan adanya pandemi COVID-19 serta jam operasional SPBU sehingga target 30 Juni 2020 belum mampu diselesaikan oleh keduanya. Sehingga akhirnya Pertamina dan Telkom kembali menentukan target selesai pada Agustus 2020.