Prediksi Jokowi Mengenai Kondisi Terburuk Ekonomi Dunia

Usaha Dagang, Dunia – Supaya bisa bekerja lebih cepat, perlu menerapkan cara baru dan juga budaya baru. Seperti yang dikemukakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa apabila ingin menerapkan cara tersebut perlu adanya terobosan serta pemotongan sehingga tidak bertele-tele dan terkesan lamban.

Untuk saat ini ditegaskan Jokowi bahwa Indonesia sedang dilanda masalah yang sangat sulit akibat pandemi COVID-19 yaitu krisis kesehatan dan juga krisis ekonomi. Dimana kondisi tersebut juga dialami oleh hampir seluruh negara di dunia.

Prediksi sejumlah lembaga keuangan dunia dipaparkan oleh Jokowi dimana prediksi tersebut mengenai kondisi ekonomiĀ imbas dari pandemi COVID-19 sehingga tahun ini terancam minus 7%.

Seperti yang disampaikan oleh OECD sekitar 3 minggu lalu dimana ekonomi global akan mengalami kontraksi dan diprediksi akan berada di minus 6% hingga minus 7,6% di tahun 2020. Padahal dalam kondisi normal posisinya berada di sekitar 3%.

Berdasarkan pernyataan dari IMF bahwa Indonesia berada di tiga besar di bawah China dan India mengenai pertumbuhan ekonomi. Untuk urutan tiga besar tersebut diantaranya China akan masih tumbuh sekitar 1,9% (plus), kemudian dilanjutkan India sebesar 1,2% dan terakhir Indonesia dengan angka 0,5% (plus).

Dan mengenai prediksi kontraksi ekonomi di negara-negara di luar Indonesia diperkirakan untuk Perancis akan mengalami minus 17,2%, kemudian Inggris akan minus 15,4%, disusul Jerman minus 11,2%, dan terakhir negara Amerika Serikat akan mengalami minus 9,7%.

Indonesia menurut Jokowi harus berhati-hati terhadap kondisi geopolitik global karena untuk saat ini hubungan antara China dengan Amerika Serikat sedang memanas ditambah situasi di Laut China Selatan yang juga memanas. Sehingga pesan Jokowi agar bisa mengambil manfaat dari pandemi yang sedang terjadi saat ini. Yaitu dengan terus berjuang menyelesaikan masalah COVID-19 serta masalah ekonomi yang saat ini sedang terjadi di Indonesia.