Perseteruan AS-China Masih Lanjut, Harga Minyak Dunia Terancam!

Usaha Dagang, Dunia – Harga minyak dunia tercatat kini mengalami kenaikan. Dikutip dari Reuters, kenaikan ini karena perseteruan antara China-AS masih berlanjut.

Harga minyak mentah Brent, LCOc1 naik 3 sen menjadi US$ 43,34 per barel. Kemudian West Texas Intermediate (WTI) AS CLc1 naik 22 sen menjadi US$ 41,29 per barel.

Analis senior Price Futures Groups di Chicago, Phil Flynn menilai aktivitas bisnis di Eropa turut memberikan sentimen untuk pasar. Kemudian aktivitas bisnis AS juga mulai naik namun kalangan pengusaha melaporkan jika terjadi penurunan kinerja karena adanya kasus baru yang meningkat.

Akibat dari pandemi COvid-19 ini memang telah membuat prospek perekonomian AS kian meredup. Menurut Flynn sejumlah negara bahkan telah melakukan PSSB.

Dia mengatakan bahkan pada minggu lalu orang AS yang mengajukan tunjangan pengangguran sudah mencapai 1,41 juta. Angka ini naik lebih tinggi sejak pertama kali dikeluarkan.

Barclays Commodities Research menyebut harga minyak bisa kembali terkoreksi jika permintaan bahan bakar kembali melemah. Barclays menyebut surplus pasar minyak pada 2020 akan menjadi 2,5 juta barel per hari dibandingkan sebelumnya yang mencapai 3,5 juta.

Semuanya berawal dari China meminta AS untuk menutup perwakilannya di Chengdu. Hal ini dikarenakan permintaan AS untuk China yang harus konsulatnya di Houston.

Ketegangan ini tentu membuat semua khawatir akan harga bahan bakar di dunia. Kepala riset di Rystad Energy Bjornar Tonhougen mengungkapkan dibutuhkan hubungan dagang internasional yang baik agar pasokan dan permintaan tidak terganggu.

“Ketegangan antara China dan AS tidak pernah menjadi pertanda baik untuk harga minyak jangka panjang,”tandasnya.