Pelaku Dari UMKM Menyebutkan e-Commerce Sumbang 20 Persen

Usaha Dagang, Bisnis – Ketua Asosiasi UMKM Indonesia yaitu M.Ikhsan Ingratubun menyebutkan adanya penjualan pelaku UMKM yang lewat dari lapak daring atau Marketplace tidak signifikan, dimana hanya berkontribusi sebesar 15-20 persen dari total omzet.

Iksan menilai untuk sementara waktu penjualan yang dilakukan lapak daring masih dapat menjadi penyangga di para pelaku UMKM yang telah go online. Namun angka pelaku yang menggunakan fasilitas e-commerce masih minim, yaitu di 8 juta orang atau 13 persen dari total yaitu 60 juta pelaku UMKM. Sehingga ia berharap kepada pemerintah untuk dapat memberikan pembinaan dan pelatihan yang bertujaun untuk meningkatkan angka pelaku UMKM ke Platform digital. Karena dia menilai untuk kemampuan teknologi di pelaku UMKM masih lemah.

Menkop UKM yaitu Teten Masduki menyatakan bahwa pemerintah tengah gencar untuk mengedukasi UMKM agar melek teknologi. Serta ia juga sudah menggandeng sejumlah marketplace untuk menyediakanya pembinaan. Ia juga menyakini adanya pelaku UMKM yang bakal menggunakan fasilitas daring yang memasarkan dagangan mereka tembus ke target yaitu 10 juta usaha. Sebelumnya Teten juga menyatakan bahwa Kemenkop UKM menggandeng sejumlah perusahaan rintisan atau (startup) marketplace dan financial technology (fintech) dengan tujuan mendukung pengembangan UMKM sektor pertanian, perikanan dan tentunya kelautan.

Diantara startup di antaranya ialah Tanihub Aruna, Hara, Alami, Ternaknesia, Modal Rakyat, Ekosis, dam Sayur Box. Serta dukungan yang akan diberkan dalam bentuk pembiayaan serta adanya akses ke pasar dengan jangkauan lebih luas. Teten juga menyampaikan bahwa hal tesebut merupakan salah satu arahan khusu dari Presiden Joko Widodo yang pelaku UMKM terhubung dengan pasar dalam negeri ataupun luar negeri.