Paracetamol Akhirnya Bakal Diproduksi di Indonesia Setelah Puluhan Tahun Impor

Usaha Dagang, Bisnis – Luhut Binsar Pandjaitan selaku Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi mengemukakan bahwa Indonesia nanti bisa memproduksi Paracetamol sehingga tidak perlu lagi mengimpornya.

“Minggu lalu saya dari Banyuwangi, untuk memproduksi Paracetamol itu petrochemicalnya Pertamina katanya sudah bisa. Merupakan ujung daripada obat yang lain dimana obat tersebut sudah kita impor berpuluh-puluh tahun,” ujar Luhut saat berada di kawasan ITDC, Nusa Dua, Bali, Kamis (30/7/2020).

“Dengan keadaan COVID-19 saat ini sangat menguntungkan kita karena membuat negara kita ini jauh lebih efisien daripada yang lalu karena telah melakukan reformasi hampir di semua bidang,” sambung Luhut.

Dalam memproduksi Paracetamol diketahui merupakan hasil kerjasama antara PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan PT Kimia Farma (Persero) Tbk menyediakan bahan baku farmasi. Dalam mengoptimalkan potensi nilai tambah dari pengolahan produk turunan Petrokimia sehingga menjadi bahan baku farmasi sehingga kerjasama yang terjalin tersebut merupakan sinergi antara KPI sebagai Subholding Refinery and Petrochemical dari Pertamina dengan Kimia Farma.

Nicke Widyawati yang merupakan Direktur Utama Pertamina untuk mengurangi impor bahan baku farmasi sesuai arahan pemerintah, Pertamina telah menetapkan produk Petrokimia sebagai business line dimana akan diandalkan apabila terjadi transisi energi.

“Untuk masuk pada bahan baku farmasi dan logistik sehingga Pertamina berusaha mencoba dalam identifikasi peluang dan seolah gayung bersambut dengan Kimia Farma dan tentu saja untuk penjajakannya kita sudah melakukannya. Atas support dari Pemerintah kami sangat berterima kasih,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Jumat (24/7/2020).

Luhut pun menambahkan selain memproduksi Paracetamol, BPPT juga dikabarkan akan memproduksi alat rapid test dengan harga  Rp 75.000 dan tentu saja dengan tingkat akurasi sekitar 90-an persen. Dengan harga segitu dikatakan Luhut masih bisa mengalami penurunan harga kembali.