Pandemi Virus, Petani Madu Hutan Banjir Pesanan

Usaha Dagang, Bisnis – Pandemi Covid-19 membuat petani madu dari Dusun Pangisoreng, Mallawa, Sulsel dibanjiri pesanan madu hutan. Sepanjang masa pandemi yang terjadi, permintaan terhadap madu hutan mengalami peningkatan dua kali lipat dari kondisi biasanya, sehingga dia bersama anggota keluarganya lebih giat dalam mencari madu di hutan Mallawa yang memiliki medan yang cukup ekstrem.

Jika biasanya hanya memenuhi permintaan pelanggan atau pedagang pengumpul madu hanya 150 botol sebulan, namun dalam empat bulan terakhir ini permintaan rata-rata dalam sebulan dapat mencapai 300 botol, ucap Monru, petani madu di Dusun Pangisoreng.

Walaupun permintaan madu hutan cukup tinggi saat masa pandemi, dimana konsumsi madu dapat menjaga daya tahan tubuh, para petani tidak menaikkan harga jual madu tersebut.

Alasannya, harga yang sudah ditetapkan oleh para petani madu di Mallawa yaitu Rp. 100.000 per botol sudah standard dan disepakati oleh kelompok petani madu, yang juga sudah dikonfirmasikan oleh salah seorang tokoh masyarakat Mallawa yang juga menjadi Pembina Desa di Mallawa, H Bustam.

Menurut Bustam, aktivitas para petani madu di Mallawa cukup besar, sehingga membuat produksi terhadap madu hutan di daerah itu terkenal di kalangan masyarakat. Hal tersebut juga dapat meningkatkan kesejahteraan para petani madu, khususnya mereka yang pekerjaannya sebagai pemburu madu hutan, sekaligus dapat meningkatkan perekonomian desa, ucapnya.

Sebagai gambaran, saat memasuki musim panen madu hutan yaitu antara April-Agustus rata-rata setiap petani madu mampu menghasilkan 300 botol madu hutan dalam sebulan. Di Jakarta, madu yang memiliki kualitas baik dari hasil budidaya dijual pada jaringan toko besar seharga RP. 120.000 sebotol yang berukuran 500 mililiter.

Madu adalah salah satu nutrisi alami yang telah dikenal memiliki kemampuan dalam menjaga kesehatan manusia sejak sebelum Masehi, dimana catatan-catatan sejarah mengenai madu telah menabalkan khasiatnya tersebut.

Berbeda dengan madu yang di budidaya dari para peternakan lebah, madu hutan yang berasal dari lebah yang hidup bebas di hutan-hutan akan menggantungkan sarangnya pada pepohonan tinggi atau juga tebing terjal yang sulit dijangkau dan berbahaya.

Disisi lain lebah liar sangat memiliki peran yang penting dalam kelestarian hutan dan tumbuh-tumbuhan, dimana lebah liar akan membantu penyerbukan.