Kementan Merespons DPR Soal Kebun Kelapa Sawit Ilegal

Usaha Dagang, Usaha Dagang Bertani – Banyaknya Perkebunan sawit ilegal diungkapkan oleh Ketua Komisi IV DPR, Sudin dari fraksi PDIP dan diketahui berada di atas lahan bekas proyek lahan gambut (PLG) di jaman orde baru dan berada di Kalimantan Tengah. Untuk detail luasan perkebunan ilegal dipertanyakan oleh Sudin kepada Kasdi Subagyono yang merupakan Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan).

Di atas lahan bekas proyek PLG direncanakan akan dibangun proyek lumbung pangan nasional (food estate). Hal itu diketahui pada saat Komisi IV dan Kementan tengah membahas proyek food estate sehingga dalam kesempatan yang sama, Sudin mempertanyakan mengenai lahan tersebut.

“Masih ada lahan sekitar 700 ribu Ha dan banyak sekali kebun sawit yang ilegal, betul begitu Pak Kasdi? Dan berapa ratus ribu luasnya?” tanya Sudin pada Kasdi dalam ruang rapat Komisi IV, gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Kasdi lantas menjawab pertanyaan spontan yang dilontarkan oleh Sudin. Menurut pengakuannya bahwa di lahan bekas proyek PLG telah banyak yang membuka perkebunan sawit liar.

“Apabila diterka luas lahannya sekitar lebih dari 1 juta Ha,” jawab Kasdi.

Ia memastikan untuk pembangunan proyek lumbung pangan nasional berada di atas lahan yang tentunya masih utuh. Karena pihaknya tengah merevisi target luasan lumbung pangan menjadi 148.000 Ha dari rencana akhir yang seluas 164.598 Ha. Dengan demikian dapat dipastikan luasan ini apakah masih utuh atau tidaknya apabila nanti digunakan sebagai perkebunan sawit ilegal.

Sebagai tahap pertama, Kementan akan fokus menggarap 30.000 Ha dari total 148.000 Ha. Dan setelah Kementerian PUPR dapat menyelesaikan rehabilitasi saluran irigasi, barulah akan digarap sisanya kemudian.

“Karena sebagian sudah menjadi sawit, dari yang 164.000 sehingga muncul angka 148.000. Makanya yang 30.000 Ha menjadi 148.000 Ha akan kita selesaikan secara bertahap,” ujar Kasdi.